Jumat, 20 Januari 2017

Memang benar, kalau jadi "KRISTEN", jangan jadi "Orang Yahudi" ...!!!

" Saat Matahari Terbit Dari Ufuk Timur,
Memancarkan Cahaya Kehidupan dan Perubahan Bagi Alam Semesta "

  " Jaya-lah BANGSA KU sebagai  BANGSA PILIHAN TUHAN " 
Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata : Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan, yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh.  
Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya."

  Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam :  


Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku ". Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami ! Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal ! "

"Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi -- siapakah yang mendampingi Aku?



 Memang Benar, 
 Kalau Jadi "KRISTEN", Jangan Jadi 
 " Orang Yahudi "...!!! 

Oleh : 
Putra Dari Ufuk Timur


Pada tanggal 10 Januari 2017, sebagian besar orang-orang di Indonesia dan Dunia tersentak dan "terbangun" seperti sedang "tersambar petir dari ufuk Timur", ketika putri proklamator RI Megawati Soekarno Putri (mantan Presiden RI) menyampaikan pidato politiknya sebagai ketua umum di acara peringatan HUT "partai politik dengan konstituen terbesar" di Indonesia, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 

Dalam pidato tersebut, Beliau memaparkan banyak hal yang jika disimak dengan baik dan benar, berisikan konsep "Nasionalisme dan Kebangsaan Indonesia Raya" yang mungkin saat ini "hampir kabur" dipahami oleh segelintir orang, bahkan "mungkin" terdapat indikasi fenomena munculnya "bahaya laten" yang mengancam Pancasila dan Undang-Undang Dasar RI 1945. 

Dalam pidato yang bertemakan : "Rumah Kebangsaan Indonesia Raya" tersebut, Beliau secara tegas menyatakan bahwa Pancasila bukan sebagai "Ideologi Tertutup" dan ideologi tersebut bertentangan dengan Pancasila. Pancasila sebagai “pendeteksi sekaligus tameng proteksi” terhadap tendensi hidupnya “ideologi tertutup”, yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ideologi tertutup tersebut bersifat dogmatis. Ia tidak berasal dari cita-cita yang sudah hidup dari masyarakat. Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh seluruh masyarakat. Penganut "ideologi tertutup" tersebut memaksakan kehendaknya sendiri ; tidak ada dialog, apalagi demokrasi. Apa yang mereka lakukan, hanyalah kepatuhan yang lahir dari watak kekuasaan totaliter, dan dijalankan dengan cara-cara totaliter pula. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan. 

Penganut "ideologi tertutup" selalu menghendaki keseragaman dalam berpikir dan bertindak, dengan memaksakan kehendaknya. Oleh karenanya, pemahaman terhadap agama dan keyakinan sebagai bentuk kesosialan pun dihancurkan, bahkan dimusnahkan. Selain itu, demokrasi dan keberagaman dalam ideologi tertutup tidak ditolelir karena kepatuhan total masyarakat menjadi tujuan. Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti kebhinekaaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Disisi lain, para pemimpin yang menganut "ideologi tertutup" pun mem"posisi"kan dirinya sebagai pembawa “self fulfilling prophecy” dan para peramal masa depan. 

Pancasila berisi prinsip dasar, selanjutnya diterjemahkan dalam konstitusi UUD 1945 yang menjadi penuntun sekaligus rambu dalam membuat norma-norma sosial politik. Produk kebijakan politik pun tidak boleh bersifat apriori, bahkan harus merupakan keputusan demokratis berdasarkan musyawarah mufakat. Dengan demikian, Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia, tidak memiliki sifat totaliter dan tidak boleh digunakan sebagai “stempel legitimasi kekuasaan”. Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipasif dan mampu menjadi “leidstar”, bintang penuntun dan penerang, bagi bangsa Indonesia. Pancasila selalu relevan di dalam menghadapi setiap tantangan yang sesuai dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan, serta dinamika aspirasi rakyat.  

Namun, tentu saja implementasi Pancasila tidak boleh terlalu kompromistis saat menghadapi sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. Meskipun demikian, guna meng-eksplisit-kan ide dan gagasan agar menjadi konkret, dan agar Pancasila tidak kaku dan keras dalam merespon keaktualan problematika bangsa, maka instrumen implementasinya pun harus dijabarkan dengan lebih nyata, tanpa bertentangan dengan filsafat pokok dan kepribadiaan bangsa.

Dalam Pidato Politik tersebut, dalam penjelasan sila-sila dalam Pancasila, Ketua Umum PDIP memberikan suatu pernyataan yang sangat tegas dan jelas tentang contoh "implementasi" atau wujud nyata Nasionalisme Indonesia, bahwa :

Bung Karno menegaskan, “ kalau jadi Hindu, jangan jadi orang IndiaKalau jadi Islam, jangan jadi orang Arabkalau jadi Kristen, jangan jadi "Orang Yahudi". Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini.”

Rupanya, pernyataan Ketua Umum PDIP tersebut, telah "menyentuh" sanubari setiap anak bangsa Indonesia dan putra asli bangsa Indonesia tentang contoh langkah konkrit untuk mewujudkan nasionalisme bangsa Indonesia, namun juga memicu munculnya berbagai reaksi di antara banyak Warga Negara Indonesia (WNI). 

Banyak tokoh-tokoh politik, agama bahkan cendikiawan memberikan protes dan argumentasi untuk memojokkan pernyataan dalam pidato "Sang Nasionalis Indonesia" tersebut terkait pernyataan “ kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. ".

Saya tidak tahu pasti, apa yang menjadi dasar, alasan dan pertimbangan para tokoh dan cendikiawan melakukan kritik dan protes, apakah itu berasal dari para tokoh Islam dan Hindu, namun terkait 'kalau jadi Kristen, jangan jadi "Orang Yahudi", apakah hal ini akan membuat KRISTEN juga melakukan protes dan kritik untuk menolak  dan menjadi serupa dengan yang lainnya ? 

Bagaimana sikap, ciri khas dan karakter orang "Yahudi" dan "Orang Yahudi" sejak bangsa Israel akan kembali dari pembuangan ke tanah air-nya, dan masa dimana YESUS KRISTUS datang kedunia dan memulai pelayanan-Nya di tanah Israel sampai pada jaman para rasul dan murid-murid-Nya mengabarkan INJIL ...?. 

Berikut ini adalah beberapa kutipan isi Alkitab, khususnya "Perjanjian Baru (PB)" yang menjelaskan tentang sikap dan karakter "orang Yahudi" :

Dalam kitab Wahyu (ditulis oleh rasul Yohanes)

Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya --dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya Orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian : sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis." (Wahyu 2 : 9).

" Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau." (Wahyu  3 : 9).

Dalam kitab Wahyu menjelaskan bahwa ada orang-orang yang menyebut dirinya sebagai "orang Yahudi", tetapi kenyataannya mereka selalu menyusahkan, memiskinkan (merampas/menghilangkan), memfitnah dan pendusta, sehingga pengikut KRISTUS (yang disebut KRISTEN) menjadi sangat menderita. 

Kitab ini memberikan pemahaman bahwa "para penganut agama Yahudi" yang berasal dari bangsa Israel maupun orang-orang dari bangsa-bangsa lain diluar Israel, sangat bangga menyebut diri mereka sebagai "Orang Yahudi", tetapi kehidupannya tidak sesuai dengan kehidupan "Yahudi" yang sebenarnya, yaitu memiliki sikap dan karakter yang dikehendaki oleh TUHAN ALLAH.

------------------------------------------------------------------   Disebut "Orang Yahudi", tetapi hidup-nya tidak  seperti " Yahudi ", 
 mereka-lah "Yahudi Palsu atau Jemaah Iblis


Dalam kitab 1 Petrus (ditulis oleh rasul Petrus)

Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. " (1 Petrus 2 : 12).

Dalam kitab 1 Petrus menjelaskan bahwa "Orang Yahudi" yang dikehendaki TUHAN ALLAH adalah orang-orang berdarah Israel yang memiliki perbuatan-perbuatan baik dan menjadi contoh bagi bangsa-bangsa lain, sehingga dengan hal tersebut, bangsa-bangsa lain akan memuliakan Allah Israel. Hal ini ditekankan kepada mereka-mereka yang adalah orang Israel asli.

--------------------------------------------------------------------    orang "Yahudi" yang benar adalah orang-orang berdarah Israel asli 
yang memiliki perbuatan-perbuatan baik dan 
 menjadi contoh/teladan bagi bangsa lain


Dalam kitab Titus (ditulis oleh rasul Paulus)

Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran. Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan. ........... dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran.  Bagi orang suci semuanya suci ; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatu pun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis. Mereka mengaku mengenal Allahtetapi dengan perbuatan merekamereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik. " (Titus 1 : 10 -16).

Dalam kitab Titus, rasul Paulus menjelaskan bahwa "mereka yang masih berpegang pada sunat", yaitu : "Penganut agama Yahudi" dari sekte "NASRANI". NASRANI adalah salah satu sekte dalam agama Yahudi. Mereka menyukai ajaran YESUS KRISTUS, tetapi tetap berpegang pada tradisi dan aturan agama Yahudi, diantaranya adalah "SUNAT" atau pemotongan kulit khatan bagi laki-laki, seperti tradisi turun temurun.  

NASRANI mengajarkan bahwa tanpa "sunat jasmani", sehingga bangsa - bangsa lain diluar Israel tidak bisa diselamatkan karena tidak bersunat jasmani, dengan demikian bangsa lain adalah orang-orang berdosa. Jika mereka mau selamat, maka mereka "wajib" di potong kulit khatannya. 

"Sunat Jasmani" atau "Sunat Lahiriah" ini tidak sesuai dengan kehendak TUHAN ALLAH, sebab setelah YESUS KRISTUS mati di kayu Salib telah memberikan "Perjanjian Baru" bagi umat manusia, bahwa keselamatan bagi manusia hanya berasal dari YESUS KRISTUS, dan bukan karena "Sunat Jasmani". Inilah kesalahan terbesar yang dimiliki oleh sekte NASRANI, agama Yahudi dan agama-agama turunannya, sebab dengan mati-Nya sebagai manusiaYESUS KRISTUS telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera bagi manusia.

YESUS KRISTUS menyatakan melalui rasul Paulus bahwa "SUNAT JASMANI" tersebut sudah tidak dibutuhkan lagi, tetapi hanya melalui "SUNAT ROHANI" atau Sunat Hati, yakni iman dan pengharapan kepada YESUS KRISTUS saja yang akan menyelamatkan umat manusia dari Dosa dan Maut, dan masuk kerajaan Sorga.

Orang-orang yang mempertahankan tradisi Yahudi, tetap berpegang pada hukum sunat jasmani, menjalankan adat istiadat yang di"permanis" dengan dongeng-dongeng Yahudi, menjalankan ajaran-ajaran dan hukum-hukum yang dibuat manusia tersebut telah merusak pikiran dan menyesatkan manusia dari KEBENARAN.

Orang-orang yang berpegang pada "Sunat Lahiriah", menganggap bahwa mereka telah melakukan kehendak TUHAN ALLAH dan mengira bahwa mereka akan diselamatkan, namun sebenarnya hal itu telah membuat mereka najis baik akal maupun suara hatinya, sebab TUHAN ALLAH tidak menghendaki demikian. Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka telah menyangkal TUHAN ALLAH. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

-------------------------------------------------    Orang-orang yang ber-tradisi "Yahudi" serta menolak dan menyangkal  YESUS KRISTUS sebagai TUHAN ALLAH, 
mereka adalah orang-orang yang keji dan tidak sanggup 
untuk berbuat sesuatu yang baik  


Dalam kitab 1 Tesalonika (ditulis oleh rasul Paulus, Silwanus dan Timotius)

"Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi. " (1 Tesalonika 2 : 14).

"Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi, karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya" (1 Tesalonika 2 : 15-16).

Dalam kitab ini, rasul Paulus menunjukkan bahwa mereka-mereka yang mempertahankan tradisi "sunat jasmani" serta tetap berpegang pada ajaran-ajaran dan hukum buatan manusia (ajaran dan tafsiran manusia yang sesat), merasa "superior" dan arogan dengan mengandalkan tradisinya, merekalah yang telah membunuh YESUS KRISTUS, para nabi dan rasul-rasul-Nya. Mereka selalu menghalangi orang-orang dari bangsa lain untuk diselamatkan, terus menerus mereka melakukan dosa dan tiba saatnya, mereka akan menerima murka dari TUHAN ALLAH. Itu sebabnya dalam kitab Galatia 1 : 13 dan 2 : 14 tertulis demikian : 

Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi :  
tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.

Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua : Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi "



Dalam hal kehidupan orang-orang yang mempertahankan tradisi "Sunat Lahiriah" sebagai pokok ajarannya, dan menganggap bahwa hanya mereka yang benar dan sesuai ajaran Allah, padahal mereka-lah yang akan menerima Murka TUHAN ALLAH.


-------------------------------------------------    Orang-orang yang beragama Yahudi, orang-orang yang ber-tradisi "Yahudi", mereka memusuhi semua manusia diluar kelompoknya, serta menolak dan menyangkal  
YESUS KRISTUS sebagai TUHAN ALLAH, 
mereka-lah orang-orang yang akan 
menerima murka TUHAN ALLAH. 


"ORANG YAHUDI" dan "YAHUDI"

Dari beberapa kutipan dan penjelasan terkait "Orang Yahudi" diatas, pada masa -- sejak YESUS KRISTUS berada di dalam dunia sampai pada para rasul-rasul-Nya dan seterusnya, telah terjadi banyak penyimpangan terhadap ciri khas (teladan) sebenarnya dari orang "Yahudi"

Dalam penjelasan ini, Saya akan memisahkan sebutan antara frase "Orang Yahudi" dan orang "Yahudi"

Dimana, "Orang Yahudi" berbeda dari orang "Yahudi".


Sebelum abad Masehi, ketika berada di negeri pembuangan, sampai kembali ke tanah air-nya (tanah Israel), orang "Yahudi" adalah orang-orang yang percaya, takut dan setia kepada Allah dan memiliki semangat nasionalisme kebangsaan sangat kuat. Lihat penjelasan beberapa kutipan dalam kitab - kitab dalam Alkitab, khususnya "Perjanjian Lama" :

Dalam kitab Daniel :

Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi " (Daniel 3 : 8)

Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan. (Daniel 3 : 12).

Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar : "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya rajatetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. (Daniel 3 : 16).

Berkatalah Nebukadnezar : " Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka. Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun iayang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing,  karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu." (Daniel 3 : 28-29)

Dalam kitab Zakaria :

Beginilah firman TUHAN semesta alam : 
" Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata : Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu !

Namun setelah kembalinya bangsa Israel, rasa kecintaan dan kasih mula-mula bangsa itu berangsur-angsur pudar atau "tidak murni" lagi, mereka telah berubah setia dari dari ciri khas dan karakter mereka sebagai orang "Yahudi" menjadi "Orang Yahudi"walaupun diantara bangsa Israel masih terdapat sedikit orang "Yahudi" yang masih menjaga kesetiaan kepada TUHAN ALLAH-nya. 

Sisa-sisa bangsa Israel yang disebut orang "Yahudi" itulah yang menjaga kemurnian dan menyembah TUHAN ALLAH. Mereka bersama-sama dengan orang-orang dari bangsa lain selain bangsa Israel menyembah YESUS KRISTUS sebagai TUHAN ALLAH-nya karena mereka mengenal dan mengasihi Dia, mereka-lah yang kemudian disebut "KRISTEN". Kehidupan para KRISTEN tersebut sangat jauh berbeda dari orang-orang yang menyebut dirinya "Orang Yahudi".

Sebagian besar "Orang Yahudi" kemudian membentuk suatu "agama kebangsaan" yang sangat superior dengan jumlah penganut mayoritas, dan agama itu sangat mengikat penganut-penganutnya dengan hukum - hukum agama, aturan-aturan, ajaran-ajaran serta tafsiran-tafsiran yang dibuat oleh Imam-imam, Guru-guru agama dan Ahli-ahli kitab. Itulah sebabnya, mereka telah menyimpang dan tidak memahami isi firman TUHAN ALLAH secara baik dan benar seperti yang telah disampaikan kepada nabi-nabi Ibrani sebelumnya. Di abad Masehi, sebutan "Orang Yahudi" lebih ditujukan kepada mereka-mereka yang menganut agama Yahudi. 

Penganut agama Yahudi, pada masa itu lebih cenderung memiliki ciri dan karakter yang jahat, merasa paling benar, sombong, iri hati,  suka cemburu, rela melakukan segala sesuatu demi mencapai tujuan agamanya, pandai "berpolitik kotor", melakukan penghasutan, fitnah bahkan melakukan pembunuhan secara "licin" maupun frontal terhadap orang-orang yang menentang aturan dan hukum agama yang telah dibuat oleh Mahkamah Agama Yahudi.

Dengan demikian, ciri dan karakter hidup "Orang Yahudi" sangat ditentang oleh YESUS KRISTUS, yang sebelumnya telah memberikan hukum Taurat kepada leluhur Israel, bahkan mereka membunuh-Nya.

Penganut agama Yahudi yang berasal dari keturunan asli Israel yang menyebut dirinya "Orang Yahudi", maupun orang-orang luar yang "keyahudi-yahudian" tersebut merasa sangat "superior" sebagai penganut Agama Allah, padahal mereka telah dibutakan dan melakukan apa yang jahat dimata TUHAN ALLAH. Mereka merasa dengan melakukan tradisi dan adat istiadat turun temurun serta hukum, ajaran dan aturan agamanya akan membuat mereka dibenarkan, walaupun mereka tidak hidup menurut hukum dan perintah TUHAN ALLAH. Sehingga, gelar sebutan "Orang Yahudi" dalam konteks "INJIL KRISTEN" ditujukan kepada :

1. Seluruh penganut agama Yahudi baik dari keturunan bangsa Israel maupun "blasteran" Israel ;

2. Orang-orang yang berasal dari bangsa lain di luar Israel yang menjadi penganut agama Yahudi dan gaya hidupnya "keyahudi-yahudian". 

------------------------------------

Dalam penjelasan diatas, terlihat sangat jelas, bahwa terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara : orang "Yahudi" dan " Orang Yahudi ".

Orang "Yahudi" sebagai sisa-sisa bangsa Israel kemudian disebut "KRISTEN". Sisa-sisa bangsa Israel tersebut adalah pengikut KRISTUS yang menyembah YESUS KRISTUS sebagai TUHAN ALLAH. Mereka menganggap bahwa tradisi, aturan, hukum dan adat istiadat seperti yang diwajibkan oleh agama Yahudi tidak akan menyelamatkan manusia, tetapi hanya dengan pengenalan kasih dan pengorbanan YESUS KRISTUS adalah kunci bagi umat manusia untuk terlepas dari Dosa dan Maut, serta beroleh "Keselamatan" atau Hidup Kekal.

Berbeda halnya dengan "Orang Yahudi", mereka tetap mempertahankan prinsip pokok tentang aturan - aturan, hukum-hukum, ajaran-ajaran agama Yahudi, termasuk salah satu yang sangat ditekankan, yaitu 'SUNAT JASMANI" / "Pemotongan Kulit Khatan" bagi kaum laki-laki. Aturan ini sebagai salah satu "SYARAT MUTLAK" menjadi penganut agama "Allah", dan anggapan mereka, bahwa "Sunat Jasmani" membuat mereka akan terhindar dari HUKUMAN KEKAL di Neraka. Namun, hal utama yang membedakan "Orang Yahudi" dari orang "Yahudi" adalah "Orang Yahudi" menolak untuk menyembah YESUS KRISTUS sebagai TUHAN ALLAH Sang Pencipta Semesta Alam.


Kehidupan "Orang Yahudi" sangat bertentangan dan berbeda jauh dengan kehidupan, ciri khas dan karakter bahkan dasar keyakinan orang "Yahudi" yang kemudian disebut "KRISTEN".  

Penyembahan yang benar kepada TUHAN ALLAH bagi KRISTEN adalah dalam roh dan kebenaran didalam nama YESUS KRISTUS, sehingga secara fisik, KRISTEN tidak membutuhkan adanya arah "qiblat" ketika ingin menyembah TUHAN ALLAH-nya, sebab TUHAN ALLAH berada di Sorga, tidak terikat pada ruang, tempat dan waktu, bahkan alam semesta ini tidak mampu untuk menampung-Nya, sehingga untuk menyembah-Nya hanya dalam "roh dan kebenaran". Hal ini berbeda dari iman "Orang Yahudi" yakni dengan aturan agama Yahudi-nya, dimana arah qiblat penyembahan "wajib" diarahkan ke kota Yerusalem (di negara Israel), dan dalam keyakinan mereka, dan dengan berdoa di reruntuhan tembok Yerusalem, maka doanya akan dijawab oleh TUHAN.



Situasi Ibadah "Orang Yahudi" di Tembok Yerusalem

Fenomena lainnya justru lebih berbahaya, sangat "menakutkan" dan telah menciptakan penyelewengan lanjutan serta penghujatan kepada TUHAN ALLAH adalah orang-orang di luar bangsa Israel yang menyebut diri mereka sebagai penganut agama Yahudi atau disebut "Orang Yahudi" dengan hidup bercirikan budaya "keyahudi-yahudian"nya. Orang-orang inilah yang mengagungkan diri sebagai penganut agama "Allah", namun lebih "ganas" dari kelakuan penganut agama Yahudi yang notabene berasal dari keturunan asli bangsa Israel.

Dari kesemua penjelasan yang telah dipaparkan terkait perbedaan "Orang Yahudi" dan orang "Yahudi" menurut pandangan KRISTEN, maka isi pidato politik Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati Soekarno Putri di HUT ke 44 PDIP tersebut, telah mengutip perkataan Bung Karno : 

..... , kalau jadi KRISTEN jangan jadi " Orang Yahudi "

adalah BENAR. Menurut KRISTEN, pernyataan pendiri bangsa Indonesia Ir. Soekarno yang dikutip dalam pidato politik ibu Megawati Soekarno Putri tersebut, telah menunjukkan konsep yang benar dan tegas tentang NASIONALISME INDONESIA dan telah sesuai dengan pandangan KRISTEN. 

Sebab iman KRISTEN sangat jauh berbeda dari "Orang Yahudi", sekte NASRANI, bahkan bidat lainnya termasuk agama turunan dari "agama Yahudi", baik substansi dasar iman kepada TUHAN ALLAH, konsep keselamatan, kasihnya, ciri khas, karakter, sikap hati dan cara pandang tentang NASIONALISME Dalam "RUMAH KEBANGSAAN INDONESIA RAYA".

Inilah petunjuk tentang NASIONALISME yang seharusnya menjadi pegangan bagi bangsa Indonesia dalam menempatkan konsep "agama" dalam koridor NKRI, serta menepis berbagai "tafsiran salah" yang ingin mengaburkan PANCASILA dan "Bhinneka Tunggal Ika" dalam jiwa dan tatanan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. 

Selesai.-

---------------------------------

Catatan Penting : 

Tulisan ini dibuat dengan berpedoman pada ALKITAB yang menjadi sumber tertulis terkait kajian KEBENARAN dalam iman KRISTEN.

"Orang Yahudi" berbeda dari orang "Yahudi".

"KRISTEN" berbeda dari "Orang Yahudi" dengan agama Yahudi-nya, NASRANI dan agama turunan Yahudi lainnya.


Sumber Informasi terkait Pidato Politik Ibu Megawati Dalam HUT PDIP Ke - 44, Tanggal 10 Januari 2017 diperoleh dari : http://news.liputan6.com/read/2822838/ pidato-lengkap-megawati-soekarnoputri-dalam-hut-pdip


Putra dari ufuk Timur.-

Minggu, 08 Januari 2017

Global Warning Bagi Para Pengkhianat "KRISTUS"

" Saat Matahari Terbit Dari Ufuk Timur,
Memancarkan Cahaya Kehidupan dan Perubahan Bagi Alam Semesta "


Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat : orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

" Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku"


  GLOBAL WARNING  
 Bagi Para Pengkhianat "KRISTUS" 


Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku ; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku 
dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku"

Oleh :  
Putra Dari Ufuk Timur


Ada segelintir orang yang sebelumnya sangat setia kepada TUHAN ALLAH, yakni YESUS KRISTUS. Namun, mereka tidak mampu mengendalikan keinginan daging dan hawa nafsunya membuat mereka kecewa dan menolak YESUS KRISTUS. Orang-orang seperti ini sering disebut sebagai "Pengkhianat". Mereka telah meninggalkan "kasih mula-mula" kepada TUHAN ALLAH-nya. Dalam kekecewaannya, mereka membuat pernyataan bahwa diluar YESUS KRISTUS, mereka menemukan "kebenaran". 

Kebenaran versi "para pengkhianat" itu justru di "gema"kan secara blak-blakan melalui khotbah-khotbah, ceramah, buku, artikel dan berbagai tanggapan yang berisi penolakan YESUS KRISTUS sebagai TUHAN, Allah Yang Maha Kuasa. Ada yang mengatakan bahwa YESUS KRISTUS hanya seorang utusan Allah (nabi); ada yang berkata : " Dia tidak mati di kayu Salib ", tetapi Dia diangkat ke Surga dan digantikan oleh "orang lain yang serupa dengan-Nya";  juga tidak sedikit yang menyatakan bahwa Dia seorang guru rohani saja. 

Menurut mereka, YESUS KRISTUS bukan-lah TUHAN ALLAH yang patut disembah, sehingga dengan sangat arogan dan penuh percaya diri, mereka menyebut orang-orang yang menyembah YESUS KRISTUS sebagai "kaum kafir". Justru mereka tidak sadar bahwa iblis sedang membutakan mata mereka, sehingga tidak menyadari dirinya sendiri bahwa mereka-lah yang tidak mengenal TUHAN ALLAH. Mereka sedang menyembah "allah" yang tidak dikenal, dan menolak Sang Pencipta. 

YESUS KRISTUS berkata : "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan." (Yohanes 13 : 13). Dalam Alkitab, juga ada tertulis : "Akulah TUHAN. Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri”. Dan juga Ia berkata : Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu ; Akulah TUHAN, Allahmu." 

Ilustrasi : Orang-Orang Majus Menyembah YESUS KRISTUS

Ilustrasi : Murid-Murid YESUS KRISTUS, "Mereka Begitu Mengasihi DIA"

Mengkhianati, menyangkal dan menolak adalah pilihan masing-masing manusia. YESUS KRISTUS tidak pernah memaksakan kehendak kepada manusia untuk mengasihi Dia. Setiap umat manusia diberikan pilihan, karena manusia telah memiliki pengetahuan tentang yang baik dan pengetahuan tentang yang jahat, bahkan mailaikat-malaikat pun diberikan pilihan yang sama seperti manusia untuk melayani Dia. TUHAN ALLAH tidak pernah mengemis untuk dikasihi, tetapi Dia akan mengasihi orang-orang yang mengasihi-Nya. 
Para pengkhianat terhadap KRISTUS adalah orang-orang yang tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan, menolak peraturan-peraturan dan firman TUHAN ALLAH, serta melanggar kekudusan-Nya. Kebanyakan orang menjadi "Pengkhianat Kristus" disebabkan karena beberapa hal, yakni :
1. Mereka telah kehilangan hikmat dan kebijaksanaan yang berasal dari TUHAN ALLAH
Roh Kudus telah mundur dari para pengkhianat, karena mereka hanya mengandalkan pemikirannya sendiri yang rendah dan dangkal. Inilah yang kemudian menjadi "modus" pengkhianatan-nya. Iblis-pun sama seperti mereka, dulunya ia adalah ciptaan KRISTUS, tetapi kemudian menentang kekuasaan-Nya. Akhirnya, dibuang ke bumi dan menjadi penyesat bagi manusia---termasuk kepada para pengkhianat yang telah termakan isu manisnya. 
Iblis adalah penghujat dan pembohong sebelum dunia diciptakan, suka memutarbalikan fakta yang sebenarnya, iblis sangat suka pada mereka yang sering menyendiri dalam gua-gua sunyi, yang ingin merancang kejahatan dan pemberontakan-nya. “iblis lebih pintar dan licik dari manusia, karena dahulu dia adalah malaikat, dia lebih dulu mengetahui kebenaran tetapi ia menyangkalnya”.
2. Para pengkhianat mengkhianati KRISTUS karena ulah dan kemauannya sendiri, bukan karena kebenaran yang mereka temui. 
Banyak pengkhianat, dahulunya adalah pendeta, imam, biarawan, biarawati dan ahli tafsir Alkitab, namun banyak dari antara mereka telah berbuat kasus dan permasalahan didalam jemaat TUHAN, korupsi dilakukan oleh mereka dan tidak bisa dipertanggungjawabkan walaupun sudah ditegur berkali-kali, roh kesombongan telah membuat “hak kesulungan diambil darinya”; memaksakan pemikiran dan tafsirannya yang salah dan tidak sesuai kehendak TUHAN ALLAH. 
Dalam kebodohannya, mereka berusaha mencari kekurangan dan kesalahan Firman TUHAN, namun mereka tidak pernah menemukannya. Mereka semakin "galau" dan terpuruk untuk menghasut banyak orang untuk turut dalam kebodohan dan kebebalannya.
3. Para pengkhianat hidup dalam keduniawian dan kebebalan
Sejak semula, mereka menganggap gereja dan jemaat TUHAN hanya sebagai organisasi keagamaan, tempat untuk mengajarkan ajaran-ajaran manusia menurut pikiran mereka yang dangkal. Dan hal itu tidak dikehendaki oleh TUHAN ALLAH. Mereka harus diusir dari hadapan-Nya, “lebih baik salah satu tangan hilang daripada seluruh tubuh menjadi rusak karena ulahnya”.
Sama seperti ilustrasi berikut ini : Seseorang yang menderita penyakit diabetes atau kelebihan gula, kemudian ia mengalami luka pada kakinya, karena diabetes itu lukanya tidak bisa sembuh bahkan menjalar ke tubuhnya yang lain… apa yang akan dilakukan untuk menyelamatkan tubuhnya???, hanya dengan “AMPUTASI” sebagai solusi terbaik, kaki yang tidak berguna itu harus dibuang, karena sudah tidak berguna sesuai fungsinya.”
Demikian juga, cabang pohon yang tidak menghasilkan buah, harus dipotong dan dibuang karena hanya menjadi beban bagi pohon itu, berarti cabang pohon itu “tidak sehat”.
Mengapa cabang-cabang yang lain bisa berbuah??, karena cabang-cabang itu sehat. Cabang pohon yang “tidak sehat” pasti tidak bisa menghasilkan buah, dan hanya menjadi beban bagi pohon itu. Berkali-kali pemilik pohon memberi obat untuk memusnahkan penyakit yang dideritanya, namun tidak bisa sembuh seperti sedia kala. Dari pada ia menjadi sumber penyakit yang menyebar ke cabang-cabang lainnya, maka cabang itu harus dipotong dan dibuang kedalam api.
4. Orang-orang yang mengkhianati KRISTUS, karena kasih kepada TUHAN ALLAH tidak murni.
Mereka hanya kepentingan perut dan hawa nafsunya saja, itu terjadi akibat kebodohan dalam mempelajari inti sebenarnya dari INJIL KEBENARAN. Mereka meninggalkan kebenaran sesungguhnya dan bergabung dengan ajaran yang “lebih tidak masuk akal”, namun dianggap sangat cocok dan sesuai dengan kepribadian dan hawa nafsu-nya.
Para pengkhianat sangat merasa lebih nyaman dan bahagia di sisi para pembohong dan penipu, karena sama-sama berasal dari satu bapa mereka, yaitu : iblis. Iblis dengan senang hati akan menerima siapa saja yang mau menentang KRISTUS sebagai TUHAN ALLAH, sehingga mereka bisa bersama-sama akan menikmati kematian kekal. Sejak semula iblis selalu menentang TUHAN ALLAH sebagai Penciptanya, maka ia pun akan menerima siapa saja dengan tujuan yang sama.
5. Para pengkhianat telah ditegur berkali-kali, telah diampuni berkali-kali, namun tetap keras kepala. 
Kebebalan para pengkhianat KRISTUS terlihat secara jelas ketika mereka menyadur ajaran-ajaran lain kedalam hukum dan perintah TUHAN ALLAH yang benar dan turut mengambil bagian dalam penyembahan kepada "allah yang tidak dikenal". Mereka semakin dibutakan secara rohani dan tidak mengenal Dia yang telah datang kedalam dunia. 
Mereka bersama-sama dengan iblis dan pengikut-pengikutnya menyangka bahwa kematian di atas kayu Salib adalah "final bagi manusia”, tetapi susah bagi mereka untuk "menendang galah rangsang", YESUS KRISTUS telah bangkit dan hidup dari kematian. Kematian tubuh jasmani, bukan-lah kematian yang sebenarnya dimaksudkan dalam kitab-kitabNya. Kematian diatas kayu Salib merupakan "Penciptaan Baru" untuk memasuki "Awal Era Baru" sesuai dengan perjanjian TUHAN ALLAH kepada manusia, namun banyak manusia tidak mengenal-Nya. Pengorbanan yang disertai kemenangan adalah bukti kasih TUHAN ALLAH kepada manusia. Konsep ajaran kasih harus bertolak dari dasar Kasih YESUS KRISTUS, yakni mengasihi TUHAN ALLAH dan sesama manusia.
Pengertian “Mengasihi”, salah satunya adalah menyatakan kesalahan para pengkhianat, mendidik mereka dalam KEBENARAN, dan menunjukan jalan yang benar, bukan membelokan KEBENARAN, atau bahkan melegitimasi dan mentolelir ajaran-ajaran lain yang menolak KRISTUS, seperti yang telah dilakukan oleh Imam-Imam Yahudi, Ahli-Ahli Taurat dan orang Farisi yang dibutakan mata rohaninya. Menyelamatkan jiwa seperti merampas dari dalam api, tetapi tidak membatalkan HUKUM TUHAN ALLAH yang mutlak.
Ada suatu kisah dalam Alkitab, yakni ketika YESUS KRISTUS mengusir para pedagang yang berjualan didalam bait Allah di Yerusalem, Ia berkata : bait Allah adalah rumah doa, jangan kamu jadikan sarang penyamun“. Coba anda bayangkan, apa yang ada dalam pikiran para pedagang itu, ada yang berkata : “kami ‘kan mencari nafkah untuk menghidupi diri kami, anak-anak, istri dan keluarga kami“, dan “juga kami menguntungkan pihak pengelola bait Allah untuk memberikan iuran, kompensasi atau pajak tempat, yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan bait Allah–apakah ini bukan wujud sumbangsih kami untuk mendukung pelayanan ibadah?“, menurut mereka pertanyaan ini sangat manusiawi, dan menurut pendapat orang : “kan itu bisa diatur secara perlahan dan baik, lebih komunikatif dengan pendekatan yang lebih manusiawi“.
Tetapi apa yang dilakukan oleh YESUS KRISTUS adalah hal yang sangat prinsip dan mendasar. Dia tidak mau mentolelir dan melegitimasi segala sesuatu yang bertentangan dengan HUKUM TUHAN. Bagaimana kamu mengajarkan untuk mengasihi TUHAN ALLAH dengan segenap hati dan jiwamu, tubuhmu dan akal budimu, sedangkan kamu menjadikan bait Allah sebagai pasar dan sarang penyamun. Sikap YESUS KRISTUS adalah prinsip yang mutlak dan benar. Sering manusia membuat penafsiran menurut pikiran dan pemahaman sendiri yang sebenarnya bertentangan dengan INJIL KEBENARAN.
Bangsa Israel adalah suatu bangsa yang dipilih sebagai “contoh bangsa penyembah TUHAN ALLAH secara benar”, namun dalam pelaksanaannya, mereka "tidak setia" bahkan "gagal". TUHAN ALLAH memilih umat manusia, namun Ia tidak pernah memaksakan kehendak-Nya kepada mereka. Manusia diberikan pilihan sebagai manusia yang sempurna untuk memilih menurut kehendak hatinya, manusia bukan-lah robot yang dikendalikan dengan “remote control”, tetapi dikendalikan oleh roh manusia sendiri untuk memilah mana yang baik dan mana yang buruk.
Kemenangan YESUS KRISTUS telah membentuk suatu kerajaan, yaitu : "Kerajaan ALLAH". Kerajaan Allah terdiri atas : para malaikat dan bangsa pilihan yang mengasihi Dia dengan segenap hati, roh dan akal budi-nya. Bangsa pilihan adalah umat manusia yang mengakui dan menyembah YESUS KRISTUS sebagai TUHAN ALLAH Pencipta Langit dan Bumi, dari segala suku, bangsa dan bahasa dimuka bumi sebagai bangsa Israel yang sesungguhnya. 
" KRISTUS adalah Raja Dalam Kerajaan ALLAH "
Semakin modern, banyak orang telah melupakan ajaran-ajaran yang sehat, justru mereka menerima banyak ajaran manusia yang tidak masuk diakal sehat dan logika yang tidak berdasar, dongeng-dongeng dan cerita fiktif yang tidak memiliki bukti dan fakta, justru membuat manusia semakin terlilit dan terikat dalam “stigma agama” yang bertentangan dengan hati nurani dan batin manusia sendiri. Sebenarnya hati manusia sangat ingin mencari TUHAN ALLAH yang sebenarnya, namun selalu dibutakan oleh nabi-nabi palsu dan pengajar-pengajar sesat. Memang sulit manusia mengikut ajaran yang benar, bukan semata-mata terlihat bahwa usaha iblis yang sukses, tetapi keinginan dan kedegilan hati manusia itu sendiri, seperti ilustrasi bahwa iblis sebagai "playmaker" dan manusia sebagai "striker" yang hendak memasukan bola dalam "gawang kebodohannya".
Seorang sahabat yang baik, secara pasti akan memberikan jalan yang terbaik, bukan menyesatkan, dalam keyakinan yang ia sendiri bingung “apa solusinya”, bahkan ada "nabi palsu" yang menyuruh seluruh pengikutnya mendoakan supaya bisa diterima di sisi TUHAN ALLAH.
TUHAN ALLAH tidak pernah mengampuni orang yang sudah mati, Dia hanya mengampuni orang yang masih hidup, karena DIA adalah TUHAN ALLAH YANG HIDUP, dan Ia adalah TUHAN ALLAH bagi orang yang hidup. Pengampunan hanya berlaku bagi orang yang masih hidup di dunia, bukan kepada orang mati, setelah kebangkitan-Nya. DIA akan menghakimi manusia yang sudah mati sesuai perbuatannya selama manusia itu hidup di dalam dunia.
Sekali lagi, perlu diketahui bahwa Hakim Yang Benar adalah YESUS KRISTUS, bagaimana nasib orang yang selama hidup didunia mempunyai keyakinan dan mengajarkan kepada orang lain bahwa YESUS KRISTUS bukan TUHAN ALLAH???, Siapakah yang bisa sanggup untuk menantang keputusan SANG HAKIM???. Adakah pembelanya?, yang ada hanyalah iblis selaku jaksa penuntut umum, yang mendakwa dia menuju kebinasaannya. Tetapi apabila YESUS KRISTUS selaku HAKIM YANG BENAR, tetapi sekaligus sebagai PEMBELA bagi anda dalam penghakiman itu??? bagaimana hasil keputusan sidang itu??? pastilah secara normal dan logis akan menjawab seperti iman saya, bahwa HAKIM dan PEMBELA itu akan menyelamatkan saya dari gugatan dan dakwaan Iblis. Kalau menang dalam sidang penghakiman itu, pasti akan masuk Sorga, dimana Sang Hakim sendiri sebagai Raja Sorga. Itu keyakinan yang benar dan pasti, tidak mengambang dan membingungkan.
Banyak pengkhianat mengatakan bahwa mereka menemukan “kebenaran”, mereka itu berbohong dalam hati mereka yang penuh kemunafikan, sebenarnya mereka sudah tahu KEBENARAN, namun mereka menyangkalinya demi mencari pembenaran atas kesalahannya dalam jemaat TUHAN. Pihak lain yang tidak tahu latar belakang kebobrokan mereka, malah menerima dan membenarkan sikap munafik. 
Setiap ajaran manusia dimuka bumi sejak Adam dan Hawa, berupa adat istiadat dan budaya, yang juga tidak mentolelir setiap pencurian, kesombongan dan hawa nafsu yang jahat, apalagi ajaran KRISTUS yang adalah KEBENARAN YANG SESUNGGUHNYA. Silahkan diselidiki kebenaran yang diungkapkan, pelajari sebab-sebab mengapa "para pengkhianat KRISTUS" menyangkal imannya. Bukankah karena mereka tergeser atau kehilangan jabatan, melakukan korupsi dan mencari nama baik?, mereka melayani TUHAN ALLAH hanya menggunakan hawa nafsunya, tidak tahu inti ajaran yang sesungguhnya. Jabatan tertinggi dalam Jemaat TUHAN, dikhususkan bagi mereka yang bersedia menjadi pelayan yang paling rendah untuk melayani jemaat-Nya, tetapi apa yang dilakukan oleh para pengkhianat tersebut, jabatan adalah alat pemuas nafsu dan kesombongan. Ketika jabatannya dipindahkan kepada orang lain, mereka merasa seperti kehilangan arah hidup. Manusia-manusia seperti ini sangat tidak layak untuk melayani  TUHAN ALLAH. Kenyataan "pahit" inilah yang paling sering terjadi sebagai modus, asal usul dan latar belakang para pengkhianat yang merasa menemukan “kebenaran fiktif”.
"Kebenaran Fiktif  Hanya Menjadi Batu Sandungan"
Akhir dari semuanya, TUHAN adalah ALLAH yang mengampuni segala kesalahan manusia, karena Dia sangat mengerti kekurangan, kelemahan dan keterbatasan manusia ciptaan-Nya, tetapi tidak pernah mentolelir semua dosa dan pembangkangan. Apabila mereka mau berbalik dan bertobat serta berjanji untuk mengasihi-Nya, maka TUHAN ALLAH setia dan adil untuk mengampuni mereka. “Walaupun dosa dan pelanggaran mereka, merah seperti kain kermizi, akan diputihkan seputih salju”. Kasih karunia dan pengampunan yang begitu besar bagi umat manusia, tidak untuk dipermainkan dan “diperdagangkan“.
" KRISTUS Membuatku Terbebas Dari Kuk Perhambaan Dosa"
Kasih setia TUHAN ALLAH hanya berlaku kepada manusia yang mau bertobat dan kembali kepada ajaran Kristus, yakni : mengakui dan menyembah YESUS KRISTUS sebagai TUHAN ALLAH Pencipta Langit dan Bumi, yang selama berabad-abad dicari oleh banyak orang. 
" Salib KRISTUS Memberikan Kepastian dan Keselamatan Bagi Saya"
Salib KRISTUS menjadi Bukti Kemenangan Bagi KRISTEN
Perjuangan dan pengorbanan TUHAN ALLAH untuk menyelamatkan manusia dengan mati di kayu salib itu bukan hal yang gampang dan mudah kita bayangkan, karena itu telah menjadi senjata oleh Iblis-Si Penipu itu selama berabad-abad dan pengikutnya untuk menolak YESUS KRISTUS sebagai TUHAN ALLAH Yang Sebenarnya.
" KRISTUS adalah Terang Yang Menghidupkan "

YESUS KRISTUS sendiri mau menunjukan kasih sayang-Nya untuk melepaskan segala kemuliaan dan kebesaran-Nyabersedia dipermalukandicacimakidipukul  dan disiksadiludahidisidangkaki dan tangan-Nya di pakutergantung di kayu Salibdiejek-ejekmati dikayu Salibwalaupun sudah mati masih ditikam lambungnya, semuanya dilakukan untuk siapa?, jawabannya adalah buat saya dan seluruh umat manusia yang menghargai pengorbanan-Nya, termasuk para pengkhianat yang ingin kembali kepada Penebusnya.
" YESUS KRISTUS adalah Penolong dan Penyelamatku "
Tetapi kepada iblis, malaikat-malaikat jahat, “nabi palsu” dan pengikut-pengikutnya, “tidak akan pernah ada pengampunan” karena mereka telah lebih dulu mengetahui KEBENARAN, tetapi menghujat dan memberontak kepada TUHAN ALLAH, dan menyesatkan banyak jiwa manusia. Hukuman kekal berupa Neraka menjadi upah bagi iblis dan pasukannya itu untuk selama-lamanya.
Ilustrasi  :  YESUS KRISTUS  adalah  PANGLIMA BALATENTARA SORGA
( "Dia-lah Sang Eksekutor" )
" Engkau sendiri telah menolak Aku, demikianlah firman TUHAN, telah pergi meninggalkan Aku. Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal "