Senin, 20 Februari 2017

KRISTEN menggugat Teori dan Kisah Penciptaan "ADAM - Suami Hawa" sebagai Manusia Pertama.

" Saat Matahari Terbit Dari Ufuk Timur,
Memancarkan Cahaya Kehidupan dan Perubahan Bagi Alam Semesta "


  KRISTEN menggugat Teori dan Kisah   Penciptaan "ADAM-Suami Hawa " 
  Sebagai "Manusia Pertama" 

" Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itudan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia "

Oleh :
Putra Dari Ufuk Timur

Ternyata Alkitab Kristen telah memberikan informasi yang sangat sempurna terkait kisah penciptaan Langit dan Bumi beserta segala isinya, termasuk "Adam dan istri-nya". Namun munculnya berbagai macam tafsiran dari manusia dengan akal dan pemikirannya yang terbatas telah membuat kisah penciptaan tersebut menjadi kabur, "semrawut" dan membingungkan. Apalagi hadirnya banyak spekulasi justru semakin memperkeruh dan menciptakan pertentangan dari tafsiran-tafsiran itu dan menyimpang dari kebenaran. Dalam hal ini, tafsiran-tafsiran tersebut dibuat oleh para penganut agama-agama Samawi yang telah disebarluaskan dan menjadi "opini global" hingga saat ini. Tetapi apakah "opini global" tersebut adalah suatu kebenaran ?, ataukah kesalahan fatal yang wajib di "revolusi" untuk kembali kepada kebenaran hakiki.

I. Sumber Utama Kisah "Adam" disebut Manusia Pertama di Dunia

Sumber utama kisah penciptaan Langit dan Bumi beserta segala isinya adalah kitab Kejadian yang saat ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam Alkitab Kristen. Seharusnya, dengan sumber yang sama akan memberikan kesamaan persepsi dalam pemahaman tentang kisah penciptaan tersebut. Dalam kenyataannya terlihat ada banyak perbedaan menyolok pada kisah tersebut diantara beberapa ajaran agama maupun aliran kepercayaan yang juga menggunakan kitab Taurat Musa sebagai acuannya. Secara pasti, perbedaan pemahaman disebabkan oleh tafsiran-tafsiran yang dibuat oleh manusia dan kemudian diajarkan kepada banyak orang, akhirnya kisah penciptaan tersebut semakin jauh dari kebenaran yang sesungguhnya.

Kitab Kejadian adalah kitab pertama dari kitab-kitab Taurat Musa atau dikenal sebagai Tanakh dalam agama Yahudi. Dalam bahasa Ibrani kitab Kejadian disebut "Beresyit" yang berarti “pada mulanya”, sesuai dengan tulisan kata pertama dari kitab ini dalam bahasa Ibrani. Dalam bahasa Inggris, kitab Kejadian disebut dengan nama "Genesis", dimana "Genesis" diambil dari terjemahan bahasa Latin Santo Hieronimus yang mengambil dari Septuaginta (LXX), terjemahan bahasa Yunani (Γένεσις, Genesis). 

II. Berbagai Pemahaman "Adam-suami Hawa" sebagai Manusia Pertama

Begitu banyak penjelasan tentang penciptaan Langit dan Bumi, khususnya tentang kisah penciptaan manusia yang dikenal dengan sebutan nama "Adam-suami Hawa". Berbagai versi pemahaman terhadap isi pasal pertama dari kitab Kejadian/Beresyit/Genesis telah membuat pihak-pihak tertentu berspekulasi dengan mengatakan bahwa "Adam - suami Hawa" adalah manusia pertama dibumi. 

Ajaran agama Yahudi telah menyatakan dengan tegas bahwa "Adam-suami Hawa" seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa atau Tanakh sebagai manusia pertama yang berada dibumi. Sekte Nasrani sebagai salah satu bidat agama Yahudi, Samaritan, Majusi, Katholik, sebagian agama "Kristen", Islam dan agama-agama Samawi lainnya pun menyatakan demikian. 

Kemudian adanya perkembangan, munculnya suatu aliran (sekte) agama "kristen" yang dikenal dengan sebutan "Saksi-Saksi Yehuwa", mereka menyatakan bahwa "Adam-suami Hawa" bukanlah "manusia pertama" yang diciptakan oleh Allah. Manusia pertama tersebut adalah Yesus Kristus, yang sebelumnya di sorga bernama malaikat Mikhael. Menurut tafsiran mereka bahwa "Yesus Kristus" adalah ciptaan sulung dari semua ciptaan, itu sebabnya "Yesus Kristus" adalah ciptaan Allah--sama dengan ciptaan lainnya, dan bukan sebagai "TUHAN ALLAH" seperti keyakinan Kristen.

Pemahaman dan keyakinan sekte "Saksi-Saksi Yehuwa" tersebut semakin "mendukung" dan "menguatkan" keyakinan dari para penganut agama Yahudi, Nasrani, Samaritan dan Islam bahwa Yesus Kristus bukanlah TUHAN ALLAH, tetapi hanya makhluk ciptaan Allah, sama seperti ciptaan lainnya. Walaupun disisi lain, Saksi-Saksi Yehuwa lebih menekankan bahwa Yesus Kristus sebelumnya adalah makhluk roh yang diciptakan lebih awal atau "ciptaan sulung" yang kemudian menjadi "pencipta" terhadap segala sesuatu di Alam Semesta. 

Dengan demikian, secara langsung para penganut "Saksi-Saksi Yehuwa" tersebut telah menunjukkan bahwa Allah hanyalah "terbatas" untuk berdiam diri didalam kekelaman, dan menyerahkan kekuasaan-Nya kepada Yesus Kristus, tetapi Yesus Kristus bukan-lah Allah yang harus disembah oleh umat manusia, demikian tafsiran mereka. Tafsiran-tafsiran yang telah dibuat oleh "Saksi-Saksi Yehuwa" tersebut, yang walaupun seolah-olah menjunjung tinggi atau meninggikan "Yesus Kristus" dari antara semua ciptaan, tetapi harus ditolak karena bertentangan dengan kehendak TUHAN Allah yang tertulis dalam Alkitab Kristen. 

Agama Yahudi, Nasrani, Islam dan lainnya yang terkesan se-'jurus", seiring dan seirama dengan mereka, semakin mempertahankan "status quo"nya untuk tidak mengakui dan menyembah Yesus Kristus sebagai TUHAN ALLAH. Ini adalah fenomena yang menarik untuk dicermati dan dikaji dengan seksama. 

Berbagai macam penyimpangan terhadap kehendak TUHAN Allah telah dilakukan oleh banyak orang dengan mengandalkan pemahaman mereka secara "manusiawi", dan berusaha untuk mempertahankan "status quo" dengan membenarkan penyimpangan -penyimpangan tersebut, yang terkesan "mirip" seperti yang tertulis dalam Alkitab Kristen.

Opini global yang tersebar sekian lama telah menjadi keyakinan banyak orang termasuk para penganut agama "Kristen" bahwa "Adam-suami Hawa" adalah manusia pertama di dunia, sebenarnya hal ini telah bertentangan dengan firman TUHAN ALLAHKeyakinan bahwa "Adam-suami Hawa" adalah manusia pertama di dunia, secara langsung akan menggugurkan iman dan keyakinan Kristen bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN ALLAH, serta mempertentangkan seluruh isi kitab-kitab dalam Alkitab Kristen. Permasalahan ini sangat penting dan "krusial", namun tidak dipahami oleh para Teolog, Imam, Pendeta, Pastur dan tokoh-tokoh gereja Kristen selama berabad-abad. 

Mungkin saja ada beberapa orang beragama "Kristen" yang awalnya menolak "teori" dan "kisah" tentang Adam-suami Hawa adalah manusia pertama di dunia, namun akhirnya pun terhanyut dalam "opini global", bisa juga mereka menolak namun kemudian membuat tafsiran-tafsiran lain yang lebih menyesatkan dirinya maupun orang lain.  
  
III. Dasar Gugatan Terhadap Teori dan Kisah "Adam - Suami Hawa" sebagai Manusia Pertama di Dunia

Para rohaniawan dan orang-orang yang menyebut dirinya beragama "Kristen", meyakini bahwa "Adam-suami Hawa" adalah manusia pertama yang diciptakan Allah, maka mereka tidak sadar bahwa mereka telah menolak dan menyangkali Yesus Kristus adalah TUHAN ALLAH. 

Berikut ini adalah 12 dasar gugatan terhadap tafsiran-tafsiran yang salah tentang teori dan kisah "Adam-Suami Hawa" sebagai manusia pertama di dunia berdasarkan kitab Kejadian (Beresyit/Genesis) :
  1. Jika "Adam-Suami Hawa" sebagai manusia pertama di dunia, lalu siapakah Allah yang menciptakan manusia menurut gambar-Nya? (Kejadian 1 : 27), bukankah "Oknum Yang Berwujud"-lah yang dapat membentuk "sesuatu yang berwujud" menurut gambar Oknum itu sendiri ? ;
  2. Jika Allah menciptakan "Adam-Suami Hawa" yang bisa memiliki tubuh, bernafas, bergerak dan berkehendak menurut gambar-Nya sendiri, bukankah Allah terlebih dahulu memiliki tubuh, bernafas, bergerak dan berkehendak, kemudian mewujudkan gambar-Nya itu menjadi manusia yang memiliki tubuh, jiwa dan roh? (Kejadian 1 : 26) ; 
  3. Jika "Adam-Suami Hawa" sebagai manusia pertama di dunia, lalu siapakah TUHAN Allah yang "membentuk" dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara untuk menjadi penolong baginya, yang sepadan dengan dia, kemudian TUHAN Allah membawa semuanya kepada "Adam-Suami Hawa" untuk melihat, namun ia tidak menemukan penolong baginya, yang sepadan dengan dia ? (Kejadian 2 : 18-20) ; 
  4. Jika "Adam-Suami Hawa" sebagai manusia pertama di dunia, lalu siapakah TUHAN Allah yang membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Dia mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan dagingdan dari rusuk yang diambil-Nya itu dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu ? (Kejadian 2 : 21-22), sehingga berkatalah manusia itu : "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki" (Kejadian 2 : 23). Dan dari "Daging" yang ditutup pada tempat itulah kemudian membedakan yang mana "laki-laki" dan mana "perempuan" -- penentuan jenis kelamin (Kejadian 2 : 24-25) ;
  5. Jika "Adam-Suami Hawa" sebagai manusia pertama di dunia, lalu siapakah "TUHAN Allah" yang membuat taman di Eden, di sebelah timur; kemudian menempatkan manusia yang dibentuk-Nya itu ? (Kejadian 2 : 8), Siapakah "Manusia" yang berjalan-jalan dalam taman di Eden pada waktu hari sejuk, dimana "Adam dan istrinya" mendengar bunyi langkah-Nya, sehingga mereka harus bersembunyi ? (Kejadian 3 : 8) ; 
  6. Jika "Adam-Suami Hawa" sebagai manusia pertama di dunia, lalu siapakah "Manusia" yang memanggilnya : "Di manakah engkau?" (Kejadian 3 : 9), dan "Adam-Suami Hawa" menjawab-Nya : "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi " (Kejadian 3 : 10), kemudian dialog berlanjut hingga Adam dan perempuan-istrinya, serta ular mendapatkan hukumannya. Siapakah "Manusia" itu, sehingga Dia berkuasa untuk menghukum mereka melalui firman-Nya ? (Kejadian 14-19) ;
  7. Jika "Adam-Suami Hawa" sebagai manusia pertama di dunia, maka mengapa "Manusia Berkuasa" itu sangat memahami kebutuhan manusia yaitu menutupi ketelanjangan "Adam dan istrinya", dan Dia membuat pakaian dari kulit binatang, lalu mengenakannya kepada mereka ? (Kejadian 3 : 21) ;
  8. Jika "Adam-Suami Hawa" sebagai manusia pertama di dunia, mengapa "Manusia Yang Berkuasa" itu berfirman : "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya" ? (Kejadian 3 : 22) ;
  9. Jika "Adam-Suami Hawa" sebagai manusia pertama di dunia, siapakah "Allah" yang sebelumnya telah merencanakan dan berfirman "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi " ? (Kejadian 1 : 26) ;
  10. Siapakah "Allah" yang telah melaksanakan rancangan dan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri, yaitu menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya ? (Kejadian 1 : 27) ;
  11. Siapakah "TUHAN Allah" yang mengusir "Adam dan istrinya" dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil? (Kejadian 2 : 23) ; 
  12. Siapakah "TUHAN Allah" yang menghalau manusia dan menempatkan beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan disebelah timur taman Eden ? (Kejadian 3 : 24).
Berdasarkan 12 pertanyaan prinsip sebagai dasar-dasar "gugatan" terhadap berbagai tafsiran "konyol" yang menyatakan bahwa "Adam-suami Hawa" adalah manusia pertama didunia. Bagaimana pemahaman orang-orang yang memiliki akal budi untuk dapat berpikir secara obyektif dan logis terhadap kisah penciptaan tersebut.

IV. Pernyataan Gugatan terhadap berbagai tafsiran yang salah tentang Teori dan Kisah "Adam - Suami Hawa" sebagai Manusia Pertama di Dunia

Sesuai kehendak TUHAN ALLAH yang telah tertulis secara jelas, tegas, obyektif dan logis dalam kitab Kejadian (Beresyit/Genesis), maka KRISTEN secara pasti memahami, mengenal, meyakini dan menyatakan bahwa :

Manusia Pertama di dunia ini adalah TUHAN Allah sendiri ",
sebab hanya TUHAN Allah yang bisa memenuhi ide/gagasan, maksud dan tujuan, dan sasaran-Nya pada penciptaan manusia.

Pernyataan KRISTEN bahwa "TUHAN Allah adalah Manusia Pertama di dunia" telah mematahkan berbagai kesalahan tafsiran tentang kisah "Adam-suami Hawa" sebagai "manusia pertama di dunia", seperti yang sekian lama telah menjadi "opini global" dan dipertentangkan oleh banyak orang dari berbagai ajaran agama dan aliran kepercayaan, yang pada akhirnya menciptakan penyelewengan, pembangkangan dan penghujatan terhadap kehendak TUHAN ALLAH.

Pernyataan bahwa "TUHAN Allah adalah Manusia Pertama di dunia", sangat berbeda jauh dengan tafsiran sesat yang telah dibuat oleh para pendiri "Saksi-Saksi Yehuwa", sebab TUHAN Allah adalah "Manusia Yang Sempurna" menurut Gambar dan Rupa-Nya. Atas kehendak-Nya sendiri, Dia telah menjadi "Manusia Pertama" di dunia untuk menciptakan "Adam dan istrinya Hawa" seperti yang tertulis dalam kitab Kejadian pasal 1, 2 dan 3. 

Adam-suami Hawa hanya diciptakan menurut gambar-Nya saja (lihat Kejadian 1 : 27 yang tertulis : "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia") untuk menjadi manusia hidup yang memiliki tubuh, jiwa dan roh, tetapi belum menjadi serupa dengan Allah, sebab "Adam dan istrinya" tidak bisa hidup untuk selama-lamanya. 

Adam dan istrinya tidak mampu untuk mewujudkan ide/gagasan, maksud-tujuan dan sasaran Allah terkait penciptaan manusia, yakni untuk menjadi manusia menurut gambar dan rupa Allah--itu sebabnya TUHAN Allah menyatakan diri-Nya sebagai "Manusia Pertama Yang Sempurna" dengan memenuhi kehendak-Nya sendiri, yaitu "manusia yang segambar dan serupa dengan Allah". Kitab Roma 11 : 36 tertulis : 

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia : Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya ! ".

Dalam 12 pertanyaan prinsip sebagai dasar-dasar "gugatan" terhadap berbagai tafsiran "konyolyang menyatakan bahwa "Adam-suami Hawa" adalah manusia pertama didunia, telah terlihat dengan jelas dan tegas menunjukkan bahwa hanya TUHAN Allah sebagai "Oknum Berwujud Manusia" dengan berbagai aktivitas "manusia" yang membentuk "manusia Adam" dari debu tanah dan menghembuskan nafas kedalam hidungnya, sehingga "Adam" menjadi makhluk yang hidup dengan tubuh, jiwa dan roh menurut gambar-Nya. 

TUHAN Allah dalam wujudnya sebagai "Manusia Pertama" itulah yang memiliki tubuh, bernafas, bergerak, berkehendak, melihat, berbicara dan berkomunikasi serta membuat segalanya dihadapan Adam. Dia-lah yang telah mengambil salah satu rusuk dari padanya, menutup tempat itu dengan daging-Nya sebagai suatu Perjanjiankemudian dibangun-Nya seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada Adam yang kemudian menjadi penolong yang sepadan dan menjadi istrinya dengan nama "Hawa". Pada saat itulah, jenis kelamin Adam dan Hawa diketahui sebagai laki-laki dan perempuan.

Didalam daging-Nya, TUHAN Allah menutup tempat dari mana rusuk Adam diambil untuk merencanakan kelahiran diri-Nya sebagai "Anak Manusiaberabad-abad kemudian untuk mewujudkan ide/gagasan, maksud dan tujuan, dan sasaran penciptaan manusia yang telah dirancang oleh TUHAN Allah sendiri, yaitu : Manusia Sempurna menurut gambar dan rupa-Nya, melalui keturunan Adam dan Hawa. 

Perjanjian TUHAN Allah melalui daging-Nya dipertegas dalam penampakkan-Nya kepada Abraham melalui "Sunat Jasmani" sebagai perjanjian antara TUHAN dan Abraham, bahwa hanya dari keturunan Ishak-lah perjanjian ini akan tetap berlaku. Hal ini tertulis dalam kitab Kejadian 17 : 13, yakni : "dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal". Perjanjian dengan "Sunat Kulit Khatan" adalah hal yang mengingatkan dan menjadi peringatan bahwa perjanjian lahirnya "Imanuel" yang disebut "Anak Manusia" melalui keturunan Ishak anak Abraham.

Pada awal abad Masehi, Sang "Imanuel" yang disebut "Anak Manusia" tersebut pun lahir dengan tubuh, jiwa dan roh yang sempurna dari keturunan Adam dan Hawa, Abraham, Ishak, Yakub dan Daud melalui Maria-istri Yusuf keturunan Daud. Sang "Anak Manusia" itu kemudian dinamai "Yesus yang disebut Kristus". Dalam pelayanan-Nya sebagai "Manusia Sempurna", Yesus Kristus telah berfirman :
  • Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku. (Yohanes 8 : 19) ;
  • Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia. (Yohanes 14 :7) ;
  • Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." (Yohanes 8 : 28-29) ;
  • Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku : Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?.
V. Kesimpulan
Berdasarkan keseluruhan penjelasan-penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan beberapa hal, sebagai berikut :
  1. Manusia Pertama di dunia adalah TUHAN Allah sendiri, karena hanya Dia yang bisa memenuhi kriteria "segambar dan serupa dengan Kita", sehingga "Adam-suami Hawa" bukanlah "manusia yang pertama di dunia" yang telah menjadi opini global yang menyimpang dari kebenaran firman TUHAN ALLAH, dan menyesatkan banyak orang ;
  2. Adam dan istrinya Hawa adalah manusia yang diciptakan Allah hanya berdasarkan "gambar Allah", tetapi belum menurut "rupa Allah" ;
  3. Berdasarkan perjanjian daging-Nya, TUHAN Allah akan memenuhi rancangan-Nya melalui keturunan Adam dan Hawa untuk membentuk "Manusia Yang Sempurna menurut Gambar dan Rupa Allah"--itu sebabnya raja Daud dalam mazmurnya bernubuat : Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku : "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu" (Mazmur 110 : 1) 
  4. Demi diri-Nya sendiri, TUHAN Allah membentuk "Anak Manusia yang segambar dan serupa dengan diri-Nya" melalui rahim Maria-istri Yusuf keturunan Daud, sehingga "Anak Manusia" itu hidup sesuai dengan ide/gagasan, maksud dan tujuan serta sasaran penciptaan manusia menurut gambar dan rupa Allah---dan hanya Dia sendiri yang bisa mewujudkannya untuk kemudian naik ke Sorga dalam wujud nyata sebagai Tubuh, Jiwa dan Roh, sehingga Yesus Kristus layak disebut "TUHAN ALLAH" ;
  5. Yesus Kristus adalah "Anak Manusia" yang memiliki tubuh jasmani yang tidak berdosa, tidak bernoda dan tidak bercela sebagai wujud gambar Allah yang sesungguhnya dan Dia hidup untuk selama-lamanya menurut rupa Allah. Dia-lah "Manusia Pertama di dunia" dan Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu, dan Dia-lah "Perjanjian Daging yang telah digenapi", disaat itulah Dia menyatakan diri-Nya sebagai TUHAN ALLAH, sehingga pada jaman Akhir nanti, Dia akan datang sebagai "Hakim Yang Benar dan Adil" untuk menghakimi seluruh makhluk. Inilah kesimpulan dari seluruh isi Alkitab Kristen. 
Yesus Kristus berfirman : 
Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. 
Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat "

" Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit 
dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat 
Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit 
dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya "

Jawab Yesus : "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit."

Aku adalah Alfa dan Omega
Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir "

"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa "
( Wahyu 1 : 8 )

------------------------------

Sumber Utama Kajian :

Ajaran KRISTEN hanya berasal dari Alkitab KRISTEN, Terjemahan Baru (TB) Terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Tahun 1974.

Putra Dari Ufuk Timur.-