Senin, 25 Mei 2020

RAHASIA "TAMAN DI EDEN" Seri A : Kapan Taman di Eden dibuat ?

" Saat Matahari Terbit Dari Ufuk Timur,
Memancarkan Cahaya Kehidupan dan Perubahan Bagi Alam Semesta "


 Rahasia "Taman Eden"

Seri A : 
 Kapan Taman di Eden di Buat ? 


Oleh :
Putra Dari Ufuk Timur

Sejak dahulu Saya sudah mendengar, membaca dan mengetahui bahwa TUHAN Allah telah membuat suatu "Taman di Eden", yang sering orang menyebutnya "Taman Eden". 

* Tetapi kapan Taman Eden tersebut dibuat ?, Saya tidak tahu ! 
** Dimanakah Taman Eden dibuat, apakah di bumi ataukah di langit? Saya tidak tahu !
*** Mengapa "Taman di Eden" dibuat di Timur ? Saya tidak tahu ! ...
**** Mengapa TUHAN Allah membuat "Taman di Eden" ? Saya tidak tahu ! ...
***** Mengapa TUHAN Allah menempatkan manusia yang dibentuk-Nya di Taman Eden?   
****** Dimanakah "Taman Eden" saat ini, setelah TUHAN Allah mengusir manusia dan istrinya ? Saya pun tidak tahu !

Ada banyak kajian dan analisis/tafsiran yang dibuat oleh para Theolog dan lainnya tentang hal ini, tetapi Saya lebih condong kepada "Informasi Valid" dalam Alkitab Kristen, baik itu tersurat maupun tersirat.

Mengenai "Taman di Eden" dan substansi-nya pasti begitu "Krusial", sehingga tidak tertulis dalam urutan/kronologis penciptaan menurut hari, seperti yang terdapat dalam Pasal 1 Kitab Kejadian, tetapi dibuat dalam Pasal tersendiri bersama-sama dengan kisah ketika TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (Kejadian Pasal 2).

Gambar 1. Ilustrasi-Ilutrasi Patung Manusia Yang Bentuk
dan Dibuat Dari Tanah 

Informasi penciptaan langit dan bumi beserta isinya tertuang dalam Alkitab Kristen, yaitu kitab Kejadian (Pasal 1 dan 2), namun tentang "Taman di Eden" tidak tersurat (tertulis) secara rinci untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi.

Secara pasti, TUHAN Allah mempunyai suatu "Rahasia" yang akan dinyatakan kepada anak-anak manusia pada zaman akhir tentang "Taman di Eden". Keyakinan Saya, TUHAN Allah akan menyatakan hal itu kepada para pengikut Kristus, sebab Dia telah memberikan Roh-Nya Yang Kudus kepada mereka untuk mengerti dan memahami segala rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad.

I. Kapan Taman Eden dibuat ?

Apakah "Taman Eden" dibuat pada hari ke-3 ?, yakni saat Allah berfirman : "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. (Kejadian 1 : 11-13). 

Ataukah "Taman di Eden" dibuat oleh TUHAN Allah setelah manusia diciptakan, yakni pada hari ke-6 ?. Lalu apa jawaban atas pertanyaan "Kapan Taman di Eden, di sebelah Timur dibuat ?.

Ternyata Roh Kudus sendiri telah menyatakannya didalam Alkitab Kristen, hanya manusia yang "baru" mengetahuinya. Berikut ini penjelasannya.

a). Prinsip Utama tentang "Waktu Penciptaan Langit dan Bumi"
Dalam segala hal, TUHAN Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya selama 6 (Enam) hari. Waktu 6 (Enam) hari tersebut adalah "Pedoman dan Standar Mutlak" untuk menentukan masa (lama) penciptaan langit dan bumi, sehingga segala sesuatu yang ada di langit maupun di bumi, baik kelihatan maupun tidak kelihatan, secara pasti terjadi dalam rentang waktu 6 (enam) hari.

Hal ini berdasarkan yang tertulis dalam Kitab Suci, diantaranya adalah :
1). Kejadian 1 : 31, tertulis demikian : "Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam". 

Kalimat pernyataan  : "segala yang dijadikan-Nya" merupakan kesimpulan dari penciptaan langit dan bumi beserta segala isinya. Kalimat tersebut dalam bahasa Ibrani, adalah : "Kowl aher asah". Kata "Kowl" yang berarti "segala sesuatu" (kata benda), tidak tertulis dalam kisah penciptaan sejak hari Pertama hingga hari Kelima, tetapi baru "ada" pada akhir hari Keenam setelah Allah . Ini berarti bahwa Allah menyimpulkan bahwa "Penciptaan Langit dan Bumi dan segala isinya" telah selesai pada hari yang ke-6. Dan pada hari ke-6 tersebut : "Allah memberkati manusia".

2).  Kejadian 2 : 1, tertulis : "Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya".

3). Kejadian 2 : 2-3----(PERHATIKAN BAIK-BAIK), yakni : "Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu".

4). Dan ada banyak kitab dalam Alkitab Kristen yang menunjukkan terkait "penciptaan langit dan bumi beserta isinya berlangsung selama 6 hari" dan hari ke-7 (hari Sabat), antara lain :

  • Keluaran 16:22-30 "Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang;.......,  Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN : Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; .... Selanjutnya kata Musa: "Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, .... , Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu. ..., Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa : "Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku?. Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu. Lalu beristirahatlah bangsa itu pada hari ketujuh".
  • Keluaran 20:8-11 : "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat : enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu ; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang ditempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya." 
  • Keluaran 23:12 : "Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah."
  • Keluaran 31:15 : "Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabathari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN : setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati"
  • Keluaran 31:17 : "Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."
  • Keluaran 34:21 : "Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga."
  • Keluaran 35:2 : "Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada perhentian kudus bagimu, yakni sabat, hari perhentian penuh bagi TUHAN; setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, haruslah dihukum mati."
  • Imamat 23:3 : "Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabathari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu".
  • Ulangan 5:12-15 : "Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga. Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat."
  • Ulangan 16:8 : "Enam hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi dan pada hari yang ketujuh harus ada perkumpulan raya bagi TUHAN, Allahmu; maka janganlah engkau melakukan pekerjaan."
  • Yehezkiel 46:1 : "Beginilah firman Tuhan ALLAH : Pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke sebelah timur haruslah tertutup selama enam hari kerja, tetapi pada hari Sabat supaya dibuka; pada hari bulan baru juga supaya dibuka."
Berdasarkan isi kitab-kitab dalam Alkitab Kristen tersebut diatas, terlihat bahwa memang "Penciptaan Langit dan Bumi beserta isinya dilakukan oleh TUHAN Allah dalam waktu 6 (enam) hari", tetapi pada kitab Kejadian 2 : 2-3, terdapat "Sesuatu Kejadian Sangat Spesial" terjadi di hari ke-7, karena pada hari itu "Allah masih bekerja", Dia memberkati hari ke-7 dan menguduskannya, dan "Allah berhentidari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Hal ini juga terlihat secara tersirat dalam kitab Yehezkiel 46 : 1 : "Beginilah firman Tuhan ALLAH : Pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke sebelah timur haruslah tertutup selama enam hari kerja, tetapi pada hari Sabat supaya dibuka".

(Mengenai "Peristiwa Besar Yang Terjadi Pada Hari Ketujuh yang disebut Hari Sabat TUHAN", sehingga Allah memberkati hari ketujuh itu dan memberkatinya, akan dijelaskan kemudian)

b). Petunjuk Waktu "Manusia Menjadi Makhluk Yang Hidup"
Sesuai dengan yang tertulis dalam kitab Kejadian Pasal 1 ayat 29 dan 30 tentang Penciptaan pada hari ke-6, yakni : "Berfirmanlah Allah : "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

Kejadian Pasal 1 ayat 29 dan 30 tersebut adalah "Paralel atau Sepadan" dengan isi Kejadian Pasal 2 : 5-6 : "belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu--ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

II. KESIMPULAN
Berdasarkan prinsip utama tentang "Waktu Penciptaan Langit dan Bumi" dan petunjuk waktu, dimana "Manusia Menjadi Makhluk Yang Hidup", maka  Taman di Eden dibuat oleh TUHAN Allah pada hari ke-6 (ke-enam), setelah manusia dibentuk oleh TUHAN Allah.

Berbagai semak di bumi dan tumbuh-tumbuhan apapun di padang juga sudah tumbuh setelah TUHAN Allah menurunkan hujan ke bumi, sebab manusia telah menjadi makhluk hidup untuk mengusahakan tanah, dengan demikian Taman di Eden dibuat setelah manusia menjadi makhluk yang hidup.

"Manusia dibentuk TUHAN Allah di bumi", dan kemudian barulah ditempatkan di "Taman di Eden". (Kejadian 2 : 8). Jadi, jika ada pendapat yang mengatakan bahwa manusia dijadikan oleh TUHAN Allah di Taman Eden, maka pendapat itu salah dan tidak sesuai dengan isi Kitab Suci, sebab taman di Eden dibuat oleh TUHAN Allah setelah manusia dibentuk-Nya, dan menjadi makhluk yang hidup, tepatnya pada hari ke-6 (Keenam). 
----------

Terima Kasih.

Terpujilah TUHAN Allah, Tuhan Yesus Kristus, Sang Pencipta Semesta Alam !

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. 
Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku 
dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

-----------------------------

Sumber Utama Kajian :
Alkitab KRISTEN, Terjemahan Baru (TB) Terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Tahun 1974.

Putra Dari Ufuk Timur.-

Jumat, 01 Mei 2020

Siapakah Yang Menciptakan dan Membentuk Manusia ?

" Saat Matahari Terbit Dari Ufuk Timur,
Memancarkan Cahaya Kehidupan dan Perubahan Bagi Alam Semesta "


 Siapakah Yang Menciptakan dan Membentuk Manusia ? 


"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita"
(Kejadian 1 : 26)

"Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka 
(Kejadian 1 : 27)

"ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup
(Kejadian 2 : 7)


Oleh :
Putra Dari Ufuk Timur

===============================================================


Yang selama Saya ketahui adalah Manusia diciptakan oleh Allah menurut gambar-Nya pada hari ke-6 (enam), seperti yang tersurat dalam kitab Kejadian 1 : 26-27 & 31 dan Kejadian 2 : 7. Namun bagaimana prosesnya dan urutan penciptaan Manusia, belum secara jelas diketahui, termasuk Siapakah yang disebut sebagai "Kita" dalam kisah penciptaan manusia (Kejadian 1 : 26).

Berikut ini adalah Hasil Pembelajaran Saya tentang hal tersebut :

Kejadian 1 : 26-27 tertulis demikian : 
"Berfirmanlah Allah : "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka."

Perhatikan Kejadian 2 : 4 - 7 :
"Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, -- belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itutetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu-- ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup."

Dalam Kejadian 1 : 26-27 terlihat dengan jelas bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, yaitu : Laki-Laki dan Perempuan. Itulah Gambar Allah.

Apakah gambar Allah itu kelihatan ?. 
Jawabnya adalah TIDAK, sebab gambar Allah itu adalah roh, dan roh itu TIDAK BISA DILIHAT. Jadi yang pertama kali diciptakan adalah Roh Manusia, yaitu : Roh Laki-Laki dan Roh Perempuan.

Lalu bagaimana supaya Manusia bisa disebut Makhluk Hidup ? Bagaimana bentuk manusia dan dapat diketahui bahwa Manusia itu ada dibumi ?

Maka TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah ---menjadi Tubuh Manusia, dan kemudian TUHAN Allah menghembuskan nafas hidup kedalam hidung (Jiwa/Nyawa Manusia), barulah Manusia itu disebut Makhluk Hidup. 

Jadi genaplah rencana Allah sebelumnya, yaitu : "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita" (Baca Kitab Kejadian 1 : 26).

Siapakah yang menciptakan Roh Manusia ?. Jawabannya adalah "Allah" yang menciptakan Roh Manusia.

Siapakah yang membentuk Tubuh Manusia dan memberikan Jiwa/Nyawa bagi Manusia ?. Jawabannya adalah "TUHAN Allah".

Dengan demikian, bisa dipahami bahwa Manusia disebut sebagai Makhluk Hidup setelah ia memiliki Tubuh, Jiwa dan Roh, atau dengan kata lain "Didalam Tubuh Manusia yang kelihatan telah berdiam Jiwa/Nyawa dan Roh Manusia".
  • Tanpa Tubuh dan Nyawa Manusia, Roh Manusia tidak akan pernah diketahui sebab roh tidak kelihatan !.
  • Apakah Tubuh tanpa Nyawa bisa disebut Makhluk Hidup ?. Tentu Tidak, sebab Tubuh tanpa Nyawa/Jiwa---Manusia seperti Patung atau Mayat !
  • Apakah Nyawa bisa berdiri sendiri tanpa Tubuh ?. Jawabannya TIDAK, sebab ada Tubuh barulah Jiwa/Nyawa diberikan oleh TUHAN Allah.
Sekali lagi Saya tegaskan bahwa apakah Tanpa Tubuh dan Nyawa, Manusia bisa dilihat dengan kasat mata ? Jawabannya adalah TIDAK. 

Lalu, jika Allah itu Roh yang tidak bisa dilihat dan diraba, Siapakah DIA yang bisa kelihatan dan membentuk tubuh manusia dari debu tanah dan kemudian menghembuskan Nyawa/Jiwa bagi manusia ? Bukankah DIA adalah TUHAN Allah, Yang Kelihatan dan Yang Tidak kelihatan.

TUHAN Allah yang bekerja untuk membentuk manusia dan memberikan Jiwa/Nyawa barulah Manusia disebut sebagai Makhluk Hidup.

"Rupa Manusia" terbentuk dan dapat dilihat---"Hidup" sesuai dengan Rupa TUHAN Allah, maka rencana untuk menciptakan manusia menurut gambar dan rupa "Kita" telah terwujud melalui karya "Allah dan TUHAN Allah".

Jika demikian, manusia dijadikan menurut gambar dan rupa Allah, maka sudah pasti TUHAN Allah memiliki Tubuh, Jiwa dan Roh Yang Maha Kuasa, sebab manusia dibentuk menurut rupa TUHAN Allah---yakni seperti Manusia saat ini.

Yang tidak kelihatan dalam diri manusia, adalah : "Roh dan Nyawa/Jiwa" ;
Yang kelihatan dari diri manusia, adalah : Tubuh".

Didalam Tubuh Manusia berdiam Roh dan Jiwa/Nyawa Manusia, "Mereka adalah SATU atau Esa".

Catatan :
(Kata "Membentuk" itu berarti "membuat jadi bentuk" seperti Rupa TUHAN Allah sendiri). Tanpa TUHAN Allah, manusia bukanlah Makhluk Hidup Yang Kelihatan.

Jika Manusia memiliki Ke'esa"an, maka TUHAN Allah Yang Maha Kuasa sudah pasti memiliki Ke'Esa"an, yaitu : Tubuh, Jiwa dan Roh Yang Maha Esa.

Terima kasih.

Terpujilah TUHAN, Tuhan Yesus Kristus, Allah yang Esa..!!!

"Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali ? "
(Ayub 10 : 9)



Yesus Berkata :
"Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
(Lukas 24 : 39)



-----------------------------

Referensi :
1) Alkitab KRISTEN, Terjemahan Baru (TB) Terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Tahun 1974 ;

Putra Dari Ufuk Timur.-