Senin, 30 Januari 2017

BAGIAN I : YESUS KRISTUS Memenuhi Kriteria sebagai "Nabi" dan "Guru", dan Layak disebut " TUHAN ALLAH"

" Saat Matahari Terbit Dari Ufuk Timur,
Memancarkan Cahaya Kehidupan dan Perubahan Bagi Alam Semesta "

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu...!!!

Firman TUHAN datang kepadaku  : 
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim  ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.


  YESUS KRISTUS Memenuhi Kriteria   
 sebagai "Nabi dan Guru", 
 dan Layak disebut "TUHAN ALLAH"

 BAGIAN  I 

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia : Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!"

Oleh :  
Putra Dari Ufuk Timur

Saya adalah KRISTEN, bukan karena saya yang memilih menjadi Kristen, tetapi YESUS KRISTUS lebih dahulu memilih saya !!!. Iman membuat saya dibenarkan, sebab di dalam Dia, Allah telah memilih saya sebelum dunia dijadikan, supaya hidup kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Saya dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa. Saya hidup di dalamnya, mengikuti jalan dunia ini dan mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhakaSebenarnya, dahulu saya terhitung di antara orang-orang durhaka ketika saya hidup di dalam hawa nafsu daging, menuruti kehendak daging dan pikiran yang jahat. 

Pada dasarnya saya adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain, tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, dilimpahkan-Nya kepada saya, telah menghidupkan saya bersama-sama dengan Kristus, sekalipun saya telah mati oleh kesalahan-kesalahan saya, tetapi oleh kasih karunia Yesus Kristus, maka saya diselamatkan --dan di dalam Kristus Yesus. Ia telah membangkitkan saya dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan segala kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia saya diselamatkan oleh iman. 

Kesemuanya bukan hasil usaha saya tetapi hanya pemberian Allah, bukan hasil pekerjaan saya sehingga saya tidak boleh memegahkan diri di hadapan Allah. Saya adalah buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya saya tetap hidup di dalam-Nya. Demikian jawaban dan pernyataan yang selalu saya sampaikan kepada teman-teman ketika mereka bertanya : "Mengapa anda menjadi KRISTEN ?". Kemudian mereka pun bertanya :

"Jika anda Kristen, Siapakah TUHAN ALLAH anda ?" ;

"Apakah anda mengenal-Nya?" dan 

"Siapakah Nabi dan Guru anda yang memberitahukan dan memberikan ajaran anda, sehingga anda bisa mengenal-Nya ?"

Janganlah anda hidup dalam hayalan, gunakan logika anda, kita ini hidup di jaman Millenium, segala sesuatu harus dipertanggungjawabkan dengan logika, bukan dengan dongeng-dongeng dan omongan kosong ... !!! 

Setelah mendengar pertanyaan beruntun tersebut, saya langsung menjawab dengan spontan bahwa "TUHAN ALLAH saya adalah YESUS KRISTUS, saya sangat mengenal-Nya dan Dia-lah Nabi dan Guru bagi saya". Setelah itu, kami pun kemudian berpisah, karena harus mengerjakan pekerjaan masing-masing. Beberapa waktu kemudian, saya teringat pertanyaan para sahabat itu dan ternyata jawaban yang saya ucapkan adalah sebuah pernyataan iman, namun saya belum menjelaskan secara detail kepada mereka untuk membuktikannya, bahwa iman saya bukanlah iman yang "kosong" dan tidak berlogika. Tentu saja, mereka membutuhkan penjelasan, jawaban yang masuk akal dan "ilmiah" sebab bagi para "civil engineer",  segala sesuatu yang dipercaya dan diyakini sebagai "kebenaran" harus memenuhi kriteria dan indikator (alat ukur) yang logis untuk membuktikannya. Dan sayapun memahami "kebutuhan" mereka, sebab di dalam iman akan nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis : "Orang benar akan hidup oleh iman" (Roma 1 : 17).

Ilustrasi YESUS KRISTUS lebih dulu memilih KRISTEN
Segala sesuatu harus bisa dibuktikan, sebab manusia masih berada di dalam dunia nyata. Jika demikian, apakah dasar bagi saya untuk bermegah bahwa saya mengenal TUHAN ALLAH?, sebab mungkin ada orang berkata : "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", dan saya akan menjawab dia : "Tunjukkanlah kepada saya imanmu itu tanpa perbuatan, dan saya akan menunjukkan kepadamu iman saya dari perbuatan-perbuatan saya.". Jadi, segala sesuatu harus ditunjukkan dengan perbuatan. Perbuatan adalah hal nyata yang bisa didengar, dilihat, dibaca dan dicermati oleh orang lain, dan lewat perbuatan-perbuatan tersebut barulah nyata iman yang saya miliki. "Iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong",  demikian tertulis dalam kitab Yakobus 2 : 20. 

Akhirnya, saya berkesimpulan bahwa saya harus menunjukkan kasih, sikap, perilaku dan kehidupan yang sesuai "iman" kepada YESUS KRISTUS, sebab saya mengenal-Nya. Diwaktu saya belajar mengenal-Nya, maka hal utama yang harus dilakukan adalah melakukan segala perintah dan kehendak-Nya, dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Saya harus siap sedia untuk memberikan pertanggungjawaban terhadap iman saya kepada Dia, dengan demikian saya harus menjawab semua pertanyaan terkait iman saya kepada TUHAN ALLAH, baik atau tidak baik waktunya, sebab "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibrani 11 : 1).

Sebelumnya telah dirumuskan 3 (tiga) kriteria dan 30 (tiga puluh) indikator dalam tulisan "Bagaimana Menilai dan Memilih "Nabi dan Guru" Yang Benar di Abad Milenium?" yang dapat digunakan oleh siapa saja untuk menilai dan memilih berbagai nabi dan guru beserta ajarannya. Tentu penilaian dan pengujian dilakukan dengan menggunakan berbagai fakta dan informasi dari "kitab suci" yang dimiliki oleh para pengikutnya. Sumber fakta dan informasi dapat berasal dari "kitab suci" -- ajaran tersebut maupun lainnya, namun kriteria-kriteria dan indikator-indikator seperti yang dipaparkan dalam http://putra dariufuktimur. blogspot.co.id/2017/01/bagaimana-menilai-dan-memilih-nabi-dan.html, dapat tetap digunakan menjadi ukuran dan alat ukurnya. 

Jika ada orang mengatakan bahwa YESUS KRISTUS adalah Nabi yang baik, maka pernyataan tersebut memang "benar" sekali, sebab Dia adalah Nabi dan juga Guru. Tetapi YESUS KRISTUS bukan seperti nabi dan guru biasa, Dia lebih dari seorang "Nabi" dan "Guru". Keistimewaan sang Nabi dan Guru ini sangat jauh berbeda dan tidak bisa disamakan dengan nabi dan guru lainnya di dunia. Itulah sebabnya. KRISTEN menyebut YESUS KRISTUS selain sebagai Nabi dan Guru, dan mereka menyembah-Nya sebagai TUHAN ALLAH. Banyak sekali perbedaan menyolok telah ditunjukkan-Nya kepada banyak orang melalui "pekerjaan-pekerjaan-Nya", sehingga semua manusia akan percaya dan mengakui bahwa Dia-lah TUHAN. 

Penilaian dan pengujian dengan penekanan pada aspek  “Nabi” dan “Guru” secara pasti akan mempengaruhi "keabsahan" suatu ajaran, baik ajaran agama maupun aliran kepercayaan. Sebab, "dari buahnya, maka kita bisa menilai ajarannya". Jaman Millenium telah membentuk banyak manusia yang bukan saja beriman, tetapi juga kritis dan logis dalam pemahamannya. Tiga kriteria dalam menilai dan memilih "Nabi" dan "Guru", adalah :
  1. Kriteria 1, “Kebenaran tanda kenabian yang dimiliki oleh seorang Nabi dan Guru sebagai pendiri agama dan aliran kepercayaan tertentu” ;
  2. Kriteria 2, “Kehidupan, perilaku dan perbuatan baik dan benar yang telah  ilakukan (dimiliki) oleh Nabi dan Guru semasa ia hidup di dunia” ;
  3. Kriteria 3, “Pengakuan dari "Oknum Yang Maha Kuasa" kepada Nabi dan Guru tertentu, dirinya sendiri dan pihak lain yang berasal dari berbagai macam strata sosial”.
Ketiga kriteria dan 30 indikator tersebut dapat dilihat pada diagram-diagram berikut ini :


Diagram Kriteria 1. Kebenaran tanda kenabian yang dimiliki oleh seorang Nabi dan Guru sebagai pendiri agama dan aliran kepercayaan tertentu



Diagram Kriteria 2. Kehidupan, perilaku dan perbuatan baik dan benar yang telah dilakukan (dimiliki) oleh Nabi dan Guru semasa ia hidup di dunia



Diagram Kriteria 3. Pengakuan dari "Oknum Yang Maha Kuasa" kepada Nabi dan Guru tertentu, dirinya sendiri dan pihak lain yang berasal dari berbagai macam strata sosial

Untuk kepentingan pribadi, saya berusaha untuk meneliti dan menyelidiki secara obyektif dan logis, apakah "Nabi" dan "Guru", yakni YESUS KRISTUS bisa memenuhi seluruh kriteria dan indikator tersebut ataukah tidak...!. Dengan hasil penilaian tersebut, saya mempunyai alasan "kuat" untuk mengatakan ajaran-Nya sebagai ajaran "Kebaikan" dan "Kebenaran". Iman saya kepada YESUS KRISTUS bukan-lah iman yang kosong dan tidak beralasan, karena hal ini sebagai bukti bahwa Dia telah memilih saya.

--------------------------------------------------------------------------------------------
                         APAKAH YESUS KRISTUS MEMENUHI KRITERIA 1                          
"Kebenaran tanda kenabian yang dimiliki oleh seorang Nabi dan Guru sebagai pendiri agama dan aliran kepercayaan tertentu..?                       
---------------------------------------------------------------------------------------------
Berikut adalah hasil kajian berdasarkan fakta dan informasi tertulis dalam Alkitab KRISTEN akan menyatakan bahwa YESUS KRISTUS telah memenuhi kriteria 1 dengan 5 (lima) indikator, antara lain :

1. Indikator 1 : "Nabi dan Guru telah dinubuatkan kehadiran-nya oleh nabi yang lain sebelum dia, sebanyak minimal 2 (dua) orang nabi". 

Pembuktian : Terdapat lebih dari 2 (dua) nabi yang telah menubuatkan kehadiran YESUS KRISTUS sebelum Dia lahir kedalam dunia sebagai manusia, diantaranya adalah nabi Musa dan Yesaya, seperti dalam kutipan ayat Alkitab berikut ini :

Yesaya 7 : 14, tertulis : "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda : Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel ".

Nubuat nabi Yesaya tersebut digenapi melalui pemberitahuan tentang kelahiran YESUS KRISTUS oleh malaikat Tuhan kepada Yusuf seperti pernyataan dalam kitab Matius 1 : 23,  yakni : "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti : Allah menyertai kita."

Dalam kitab Matius Pasal 1, menunjukkan secara jelas bahwa yang dimaksudkan sebagai "Imanuel" adalah Yesus yang disebut Kristus. Dia adalah anak Yusuf menurut hukum Israel. Yesus Kristus bukan-lah "anak biologis" antara Yusuf dan Maria. Nama "Imanuel" disampaikan oleh malaikat Tuhan dalam mimpi kepada Yusuf, agar dia tetap mengambil Maria sebagai istrinya, walaupun Maria telah mengandung sebelumnya. Anak yang dikandung oleh Maria adalah dari Roh Kudus. Dengan demikian, maka nubuat nabi Yesaya digenapi, melalui pernyataan malaikat Tuhan kepada Yusuf.


Ilustrasi Yusuf, Maria dan Bayi Yesus Kristus
Ilustrasi Orang-Orang Majus dari Timur datang dan menyembah Yesus Kristus saat Ia lahir ke dunia sebagai Manusia 

Nabi Yesaya juga bernubuat dalam kitab Yesaya 9 : 6 : “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang : Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."


Istilah Penasihat Ajaib, merupakan istilah yang sama dengan "Nabi" dan "Guru", dimana Nabi dan Guru akan tampil sebagai seorang penasihat yang selalu dicari oleh orang - orang yang membutuhkan "jawaban" atas pergumulan mereka. Nasihat yang diberikan sangat ajaib, karena berisi "Kebaikan" dan "Kebenaran" juga disertai tanda dan mujizat untuk memperkuatnya.

Hal ini telah digenapi dalam diri Yesus Kristus. Salah satu contoh terdapat dalam kitab Matius 19 : 16, yakni : "Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata kepada-Nya : Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ?". Orang tersebut mencari Yesus Kristus, karena ia merasa bahwa Dia adalah seorang Nabi dan Guru yang sanggup memberikan petunjuk tentang bagaimana memperoleh hidup yang kekal. 

Kitab Markus 10 : 11 pun memberikan keterangan tentang hal ini : "Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya : " Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ?". 

Sebelumnya, nabi Musa pernah bernubuat dalam kitab Ulangan 18:18, yakni : seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini ; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. "



Ilustrasi Nabi Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir

Nubuat nabi Musa dalam Ulangan 18 : 18 telah digenapi oleh Yesus Kristus seperti tertulis dalam kitab Matius 21 : 11, yakni : "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea", demikian juga dalam beberapa kitab dalam Perjanjian Baru (PB) telah menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah seorang Nabi yang telah dinubuatkan oleh nabi Musa, berikut adalah kutipan-kutipannya :



Lukas 7 : 16 : 

"Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata : "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya.


Yohanes 4 : 19 :
Kata perempuan itu kepada-Nya : "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi

Yohanes 6 : 14 : 
"Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata : "Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.

Yohanes 7:40 : 
"Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata : " Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."


Ilustrasi Yesus Kristus sedang mengajar banyak orang

Ilustrasi Yesus Kristus dalam pelayanan-Nya
------------------------------------

Dengan demikian, nabi Musa dan Yesaya telah bernubuat tentang Yesus Kristus yang akan datang sebagai "Nabi" dan "Guru"--- sehingga dalam hal ini, Yesus Kristus telah memenuhi indikator 1 : "Nabi dan Guru telah dinubuatkan kehadiran-nya oleh nabi yang lain sebelum dia, sebanyak minimal 2 (dua) orang nabi".
------------------------------------
2. Indikator 2 : Nabi dan Guru” mampu melakukan tanda atau mujizat kepada segala makhluk hidup, diakui dan disaksikan oleh minimal 2 (dua) orang atau lebih saksi.

Pembuktian :

Pengertian tanda atau mujizat tidak dipaparkan dalam penjelasan berikut ini, namun dalam tulisan-tulisan lain akan dijelaskan secara detail, apa yang dimaksud dengan "tanda", "mujizat", "tanda atau mujizat" dan "tanda-tanda mujizat". Berikut ini adalah beberapa "tanda atau mujizat" yang telah dilakukan Yesus Kristus kepada segala makhluk hidup :
  • Tanda atau Mujizat Pohon Ara (mewakili tanaman), kisah ini terjadi ketika Yesus Kristus bersama dengan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu : "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya (Markus 11 : 12 -14). Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnyaMaka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus : "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering. --- Dalam hal ini Yesus Kristus memberikan tanda atau mujizat pada Pohon Ara yang dikutuk dan disaksikan oleh kedua belas murid-Nya, termasuk Simon yang disebut Petrus.  
Gambar Pohon Ara Hutan (dok. saat ini)


Pohon dan Buah Ara (jaman modern)
  • Tanda atau Mujizat Pada Ikan (mewakili hewan di dalam air), kisah ini terjadi ketika Yesus membayar bea untuk Bait Allah (Matius 17 : 24 - 27). Maka kata Yesus kepadanya : "Jadi bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kau pancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."---- Dalam hal ini Yesus Kristus memberikan tanda atau mujizat melalui ikan, dimana Dia menyuruh Petrus untuk memancing dan akan memperoleh ikan yang dalam mulutnya terdapat mata uang empat dirham, dan hal itu benar ditemukan oleh Petrus. Hal ini disaksikan oleh Petrus dan murid-murid lainnya.
  • Tanda atau Mujizat Pada Seekor Keledai Muda (mewakili hewan di darat)kisah ini terjadi ketika Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan : "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah kemari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu : Mengapa kamu lakukan itu, jawablah : Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini." Merekapun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya. Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka : "Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu ?Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka. (Markus 11 : 1 - 6). Yesus Kristus melakukan hal ini supaya murid-murid-Nya memahami bahwa Dia tahu dimana keledai muda itu berada, bagaimana kondisinya dan apa jawaban dari pemilik keledai tersebut.---- Dalam hal ini Yesus Kristus memberikan tanda atau mujizat tentang keledai muda, dan disaksikan oleh dua orang murid-Nya, pemilik keledai muda maupun murid-murid lainnya.

Ilustrasi Yesus Kristus Memasuki Kota Yerusalem
  • Tanda atau Mujizat pada obyek seperti Burung Merpatikisah ini terjadi ketika Yesus Kristus dibabtis oleh Yohanes Pembabtis (Yohanes 1 : 31-34). Yohanes sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah dia datang dan membaptis dengan air, supaya Yesus Kristus dinyatakan kepada Israel. Yohanes memberi kesaksian, katanya : "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku : Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian : Ia inilah Anak Allah. Demikian juga dalam kitab Markus 1 : 10 : "Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh sepertburung merpati turun ke atas-Nya". .---- Dalam hal ini Yesus Kristus memberikan tanda atau mujizat dengan obyek seperti burung Merpati, dan hal ini disaksikan oleh Yohanes Pembabtis dan Yesus Kristus sendiri.
Dengan fakta dan informasi tentang kejadian-kejadian tanda atau mujizat, diketahui terdapat lebih dari 2 (dua) saksi yang telah mengakui dan menjadi saksi bahwa YESUS KRISTUS telah melakukannya kepada segala makhluk hidup, yaitu : Murid-murid Yesus, Yohanes Pembabtis, Yesus Kristus sendiri dan orang lain.

------------------------------------
Dengan demikian, Yesus Kristus telah memenuhi indikator 2 : "Nabi dan Guru” mampu melakukan tanda atau mujizat kepada segala makhluk hidup, diakui dan disaksikan oleh minimal 2 (dua) orang atau lebih saksi" dari Kriteria 1.
------------------------------------

3. Indikator 3 : “Nabi dan Guru” membuat suatu "nubuat" atau perkataan tentang sesuatu yang belum terjadi, dan hal itu kemudian terjadi seperti perkataannya. Nubuat tersebut harus lebih dari 2 (dua) kali dan diakui serta disaksikan oleh minimal (dua) orang atau lebih saksi.

Pembuktian :

Pada penjelasan pembuktian point 2. Indikator 2 telah terlihat berbagai perkataan Yesus Kristus yang kemudian terbukti dan menjadi nyata serta menjadi tanda atau mujizat, yaitu : peristiwa pohon ara, ikan dan keledai muda. Masih banyak perkataan Yesus Kristus yang menjadi nyata selama pelayanan-Nya sebagai manusia. Berikut ini diberikan pula beberapa contoh "nubuat" atau perkataan yang juga telah disampaikan oleh Yesus Kristus, dan beberapa waktu setelah itu perkataan-Nya terjadi, diantaranya adalah :
  • Kisah Seorang Anak Pegawai Istana Yang disembuhkan oleh Yesus Kristus. Peristiwa ini terjadi di Kapernaum. Ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Maka kata Yesus kepadanya : "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." Pegawai istana itu berkata kepada-Nya : "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka : "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya : "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea (Yohanes 4 : 46 - 54). --- Dalam hal ini, perkataan Yesus Kristus sangat berkuasa, sehingga anak dari pegawai istana yang sakit disembuhkan sesuai perkataan Yesus Kristus. Saksi perkataan Yesus Kristus yang terbukti nyata itu adalah pegawai istana dan hamba-hambanya, serta seluruh keluarganya.
Ilustrasi Yesus Kristus menyayangi setiap anak
  • Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum. Kisahnya terdapat dalam kitab Lukas 7 : 1 - 10Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya : "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya : "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahkusebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu : Pergi !, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi : Datang !, maka ia datang, ataupun kepada hambaku : Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata : "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali. -- Hal ini pun menunjukkan bahwa perkataan Yesus Kristus sangat besar kuasa-Nya, saksi dari kesembuhan tersebut, adalah : Perwira itu sendiri dan sahabat-sahabatnya yang membawa pesan kepada Yesus Kristus dan kembali ke perwira tersebut.
  • Persiapan Paskah Yesus Kristus bersama murid-murid-Nya,  Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah. Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya : "Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan." Kata mereka kepada-Nya : "Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkannya?" Jawab-Nya : "Apabila kamu masuk ke dalam kota, kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia ke dalam rumah yang dimasukinya, dan katakanlah kepada tuan rumah itu : Guru bertanya kepadamu : di manakah ruangan tempat Aku bersama-sama dengan murid-murid-Ku akan makan Paskah? Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, di situlah kamu harus mempersiapkannya." Maka berangkatlah mereka dan mereka mendapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada merekaLalu mereka mempersiapkan Paskah (Lukas 22 : 7- 13). Peristiwa ini membuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus pasti akan terjadi, dan yang menjadi saksi atas peristiwa ini benar-benar terjadi adalah Petrus dan Yohanes.
Ilustrasi Yesus Kristus bersama murid-murid-Nya dalam Perjamuan Malam
  • Yesus Kristus akan dikhianati oleh Yudas Iskariot, Kisah ini terdapat dalam kitab Lukas 22 : 14-23, suatu malam ketika hari raya Roti Tidak Beragi, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya. Kata-Nya kepada mereka : "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu : Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah." Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata :"Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu. Sebab Aku berkata kepada kamu : mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang." Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya : "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata : "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu. Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini. Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!" Lalu mulailah murid-murid-Nya mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian. Hal ini terbukti dalam kitab Lukas 22 : 47-48, yakni : "Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya. Maka kata Yesus kepadanya : "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?". Hal ini terjadi disaksikan oleh seluruh murid Yesus Kristus, termasuk Yudas Iskariot.
Ilustrasi Yudas Iskariot mencium Gurunya -Yesus Kristus
  • Peristiwa Simon Petrus menyangkal Yesus Kristus, Peristiwa ini terjadi pada Perjamuan Malam, disaat percakapan Yesus Kristus dengan murid-muridNya. Kisah ini terdapat dalam kitab Lukas 22 : 34, disaat itu Yesus Kristus berkata : "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.". Perkataan Yesus Kristus tergenapi, setelah Dia ditangkap dan dibawa kerumah Imam Besar Yahudi, dan Petrus mengikutnya dari jauh. Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka. Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata : "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."Tetapi Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!" Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata : "Engkau juga seorang dari mereka!" Tetapi Petrus berkata : "Bukan, aku tidak !" Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas : "Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea.Tetapi Petrus berkata : "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayamLalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya :"Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya. Kejadian ini disaksikan oleh Simen Petrus, dan tiga orang yang telah mengajukan pertanyaan kepadanya. Perkataan Yesus Kristus tentang Petrus, disaksikan oleh seluruh murid-Nya saat perjamuan malam.
Sesuai fakta dan informasi tentang kejadian-kejadian tersebut diatas terlihat bahwa semua perkataan Yesus Kristus tentang sesuatu yang belum terjadi, dan hal itu kemudian terjadi seperti perkataan-Nya. Perkataan-Nya dilakukan lebih dari 2 (dua) kali dan diakui serta disaksikan oleh lebih dari 2 orang saksi pada masing-masing kejadian tersebut.

------------------------------------
Dengan demikian, Yesus Kristus telah memenuhi indikator 3 : “Nabi dan Guru” membuat suatu "nubuat" atau perkataan tentang sesuatu yang belum terjadi, dan hal itu kemudian terjadi seperti perkataannya. Nubuat tersebut harus lebih dari 2 (dua) kali dan diakui serta disaksikan oleh minimal (dua) orang atau lebih saksi". dari Kriteria 1.
-------------------------------
4. Indikator 4 : “Nabi dan Guru” bukan seseorang yang menjadi salah satu dari : petenung, peramal, penelaah, penyihir, pemantera ataupun seseorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang mati, dan hal ini diakui serta disaksikan oleh minimal 2 (dua) orang atau lebih saksi."

Pembuktian :

Berikut ini adalah beberapa pernyataan bahwa Yesus Kristus bukan seseorang petenung, peramal, penelaah, penyihir, pemantera ataupun seseorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang mati, dan hal ini diakui serta disaksikan oleh minimal 2 (dua) orang atau lebih saksi. Dalam kitab Matius 12 : 22-37, memberikan informasi tentang Yesus Kristus menegaskan bahwa kuasa milik-Nya bukan dari kuasa manapun, tetapi kuasa Allah. Berikut kisahnya :

Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya : "Ia ini agaknya Anak Daud.Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata : "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.".

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka : "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, ia pun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu ? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu. 

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Sebab itu Aku berkata kepadamu : Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak. Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.


Ilustrasi Seorang Perempuan yang sakit pendarahan, hanya memegang jubah Yesus Kristus saja, ia langsung sembuh..!

Kisah ini juga ditulis dalam kitab Markus 3 : 20-30, sebagai berikut :

Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata : "Ia kerasukan Beelzebul," dan : "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan : "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus , ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

Dengan kisah ini, Yesus Kristus menunjukkan "kebenaran" diri-Nya melalui "BuahNya", yakni Ia menyembuhkan banyak orang kerasukan setan, orang buta, orang bisu dan banyak penyakit yang diderita manusia. Ia telah membuat perbedaan dari kuasa lainnya.

------------------------------------
Dengan demikian, Yesus Kristus telah memenuhi indikator : “Nabi dan Guru” bukan seseorang yang menjadi salah satu dari : petenung, peramal, penelaah, penyihir, pemantera ataupun seseorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang mati, dan hal ini diakui serta disaksikan oleh minimal 2 (dua) orang atau lebih saksi, dari Kriteria 1.
-------------------------------

5. Indikator 5 : Nabi dan Guru” berasal dari orang tua (termasuk leluhur) yang baik hati, setia, taat dan menyembah "Oknum Yang Mahakuasa" sama dengan dirinya yang diakui serta disaksikan oleh minimal 2 (dua) orang atau lebih saksi."

Pembuktian :

Berikut ini adalah keterangan yang menunjukkan bahwa Yesus Kristus berasal dari orang tua dan leluhur yang baik hati, setia, taat dan menyembah "Oknum Yang Mahakuasa" sama dengan diri-Nya. Kitab Matius 1 : 1-17 dan Lukas 3 : 23-38 memberikan informasi mengenai silsilah Yesus Kristus secara jelas bahwa Yesus Kristus berasal dari para leluhur bangsa Israel yang menyembah TUHAN ALLAH. 

Kitab Matius menguraikan silsilah keturunan Abraham sampai ke Yusuf, suami Maria--ayah Yesus Kristus menurut hukum bangsa Israel, dan Kitab Lukas juga memberikan informasi tentang silsilah keturunan Yesus Kristus sejak dari nabi Adam hingga Yusuf - ayah-Nya menurut hukum perkawinan bangsa Israel. 

Dalam kitab Matius 1 : 1-17 terlihat secara jelas bahwa garis keturunan Yusuf berasal dari keturunan Salomo anak Daud, sedangkan dalam kitab Lukas 3 :23-38 menyatakan bahwa Yusuf berasal dari keturunan Natan-anak Daud. Hal ini menarik untuk dicermati. Menurut beberapa orang telah terjadi perbedaan dan menjadi "kekeliruan" Injil. Namun sebenarnya, Injil adalah selalu "benar", dan Injil menjelaskan secara detail dan tegas mengenai silsilah Yusuf dan Maria secara gamblang, sehingga silsilah keturunan Yesus Kristus adalah jelas, tidak membingungkan dan tidak perlu diperdebatkan.

Kitab Matius menunjukkan bahwa Yusuf-anak Yakub berasal dari keturunan raja Salomo-anak Daud, sedangkan kitab Lukas menunjukkan bahwa Yusuf-anak Eli berasal dari keturunan Natan -anak Daud, adik Salomo. Mengapa Yusuf disebut juga sebagai anak Eli, selain dia adalah anak Yakub ?. Sebab dalam adat istiadat bangsa Israel, apabila seseorang tidak memiliki anak laki-laki tetapi hanya anak perempuan, maka ia bisa mengangkat "anak laki-laki" dari saudara laki-laki dari kaum kerabatnya untuk melanjutkan keturunannya. Dan hal ini terjadi pada diri Yusuf, sebab Eli-ayah Maria tidak memiliki seorang anak laki-laki, sehingga ia pun mengambil Yusuf - anak Yakub menjadi anak "adopsi"nya, karena masih satu kerabat dari keturunan Daud. Jadi Yusuf adalah anak kandung dari Yakub-anak Matan keturunan Salomo bin Daud, tetapi juga anak "adopsi" dari Eli-anak Matat keturunan Natan bin Daud.

Yesus Kristus - anak sulung Yusuf berasal dari orang tua dan leluhur yang baik hati, setia, taat dan menyembah "Oknum Yang Mahakuasa" yang disebut "TUHAN ALLAH". Berikut kutipan-kutipan ayat Alkitab tentang orang tua dan leluhur Yesus Kristus :


Abraham-leluhur bangsa Israel

Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya : "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela." (Kejadian 17 :1). Abram, itulah Abraham. (Tawarikh 1 : 27).

Daud, Raja Israel

Berikut bukti iman dan kepercayaan Daud kepada TUHAN ALLAH :

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu : "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allahdan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami" (1 Samuel 17 : 45-47). Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur (1 Samuel 18 : 12).



Yusuf, Ayah Yesus Kristus menurut hukum Israel

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam (Matius 1 : 19).

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus (Matius 1 : 24-25).

Maria, Ibu Yesus Kristus




Kisah berikut ini, akan menjelaskan bahwa Maria-ibu Yesus Kristus adalah seorang perawan dan ia sangat takut dan menghormati TUHAN ALLAH.

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu MariaKetika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata : "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya : "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 


Ilustrasi Malaikat Gabriel Menyampaikan Kelahiran Anak Allah Kepada Maria
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.Kata Maria kepada malaikat itu : "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya : "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau ; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." 

Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia (Lukas 1 : 26-38).

Demikian fakta dan informasi tentang silsilah keturunan Yesus Kristus dan para leluhur-Nya yang diakui sebagai orang-orang yang takut dan menyembah TUHAN ALLAH. Dan saat berada di dunia sebagai manusia, Yesus Kristus pun memberikan contoh dan teladan yang baik dan benar untuk menyembah Allah.

------------------------------------
Dengan demikian, Yesus Kristus telah memenuhi indikator : Nabi dan Guru” berasal dari orang tua (termasuk leluhur) yang baik hati, setia, taat dan menyembah "Oknum Yang Mahakuasa" sama dengan dirinya yang diakui serta disaksikan oleh minimal 2 (dua) orang atau lebih saksi", dari Kriteria 1.
-------------------------------
Tabel berikut ini adalah ringkasan penilaian terhadap kriteria 1 dan indikator-indikatornya.

Tabel 1. Ringkasan Penilaian Kriteria 1


Tabel 1. diatas terlihat bahwa YESUS KRISTUS telah memenuhi kriteria 1 dan 5 (lima) indikator penilaian seorang "Nabi" dan "Guru" yang baik dan benar, ajaran-Nya sebagai ajaran "Kebaikan" dan "Kebenaran". Ada hal menarik yang akan ditemukan dalam kajian ini, yakni lebih jelas pada Bagian II dan III berikutnya, YESUS KRISTUS menyatakan melalui pekerjaan-pekerjaanNya bahwa Dia adalah seorang manusia yang sempurna tetapi Dia "tidak pernah berdosa", tidak bercela, semua perkataan-Nya terbukti. Dia sanggup mengetahui isi hati manusia--bukan "menebak-nebak" dan hal ini sesuai dengan kesaksian para saksi mata. Dia pun tidak pernah "merevisi" setiap perkataanNya, dan apa yang dikatakan-Nya pasti terjadi. 

Banyak saksi mata telah memberikan kesaksian tentang hal tersebut, jumlah mereka telah memenuhi kriteria "Saksi" dan "Kesaksian", yaitu : "atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikansebab jika hanya terdapat satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya, tetapi atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan dan dinyatakan "BENAR" dan "SAH".

Jika ada orang-orang yang masih belum meyakini "kebenaran" kisah YESUS KRISTUS seperti yang tertulis dalam Alkitab KRISTEN, maka beberapa catatan sejarah dan kesaksian para ahli sejarah berikut ini yang diakui keakuratan dan keabsahannya akan memberikan informasi tentang kehadiran Yesus Kristus sebagai manusia yang sangat "sempurna" dan "istimewa" di permulaan abad Masehi.

Kesaksian Flavius Yosephus
Flavius Yosephus adalah seorang ahli sejarah Yahudi dari sekte Farisi di abad pertama Masehi, dia seorang warga negara Romawi. Yosephus memperkenalkan dirinya dalam bahasa Yunani sebagai "Yusuf, anak Matias, seorang etnis Ibrani, seorang imam dari Yerusalem", memerangi tentara-tentara Romawi pada Perang Yahudi-Romawi Pertama tahun 66-73 sebagai seorang pemimpin militer Yahudi di Galilea.

Yosephus memberikan informasi tentang pribadi-pribadi, kelompok-kelompok, kebiasaan-kebiasaan dan tempat-tempat geografis. Tulisan-tulisannya memberikan laporan penting di luar Alkitab dari masa setelah pembuangan, yaitu tentang kaum Makabe, dinasti Hasmonean dan bangkitnya Herodes Agung. Ia membuat rujukan orang-orang SadukiImam-imam Agung orang-orang Yahudi pada waktu itu, orang-orang Farisi dan EseneBait Suci Herodes, sensus Quirinius/Kirenius dan kaum Zelot, dan hingga tokoh-tokoh seperti : Pontius PilatusHerodes AgungAgripa I dan IIYohanes PembaptisYakobus saudara Yesus, dan sebuah rujukan tentang Yesus Kristus. Ia adalah sebuah sumber penting bagi studi-studi tentang Yudaisme segera sesudah Bait Suci runtuh 

Ia menyebut Yesus Kristus dalam bukunya "Jewish Antiquities". Buku ini ditulis pada tahun 67 Masehi. Yosephus menyebut Yesus sebagai Mesias, ”(Ananus sang imam besar) memanggil para hakim Sanhedrin dan membawa ke hadapan mereka seorang pria yang bernama Yakobus, saudara Yesus yang disebut Kristus.” (Jewish Antiquities, XX, 200). Sekte Farisi yang memiliki banyak penganut secara terang-terangan menyatakan diri sebagai musuh Yesus, dan mereka mengakui keberadaan ”Yakobus, saudara Yesus”.

Dalam Antiquities XX 9:1, Flavius Yosephus menggambarkan perbuatan imam agung Ananus kepada Yakobus, saudara Yesus : "Tetapi Ananus yang lebih muda, seperti yang kami katakan, diangkat menjadi imam agung, mempunyai watak yang berani, dan agak nekad; dia menganut aliran Saduki, yang paling keras dalam menjalankan hukum di antara orang Yahudi, sebagaimana yang telah kami tunjukkan. Jadi, karena Ananus telah memegang kekuasaan itu, dia berpikir bahwa sekaranglah saat yang paling tepat, setelah Festus wafat, dan selagi Albinus masih dalam perjalanan; maka dia membentuk dewan hakim, dan membawa ke hadapan mereka saudara Yesus yang disebut Kristus, yang namanya adalah Yakobus, serta beberapa orang lainnya, dan menuduh mereka sebagai pelanggar hukum, dan menyuruh agar mereka semua dilontari batu." 

Dalam salah satu tulisan terkenalnya, Jaman Kuno Yahudi (a.d. 93), Josephus menulis bahwa Yesus sebagai manusia nyata. ”Pada masa kehidupan Yesus, seorang yang suci, mungkin seperti itu Dia dipanggil, karena Dia melakukan hal-hal luar biasa, dan mengajar orang-orang, dan dengan gembira menerima kebenaran“. Dia dipercayai oleh banyak orang Yahudi dan Yunani. Dia adalah Mesias.” Kendati ada perdebatan mengenai beberapa kata dari catatannya, terutama berkaitan dengan Yesus sebagai Mesias, bisa dipastikan Josephus mengkonfirmasikan keberadaan (eksistensi) dari Yesus.

Berikut ini adalah kata-kata Flavius Yosephus yang banyak dikutip : 

Pada masa inilah Yesus, seorang manusia bijaksana, kalau boleh disebut manusia, karena dia adalah pelaku berbagai perbuatan yang luar biasa, pengajar orang-orang yang menerima kebenaran dengan sukacita. Dia telah menarik banyak orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi. Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus, atas desakan orang-orang penting di antara kita, telah menghukumnya di kayu salib, mereka yang mengasihinya sejak semula tidak melupakan Dia; karena Dia telah menampakkan diri lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari yang ketiga; sebagaimana yang telah diramalkan oleh para nabi Allah karna seperti puluhan ribu hal lainnya tentang Dia. Dan kaum Kristen, yang dinamai demikian menurut namanya, belum juga punah sampai hari ini. " Antiquities. xviii.33. (Awal abad kedua) . 

Selain Yesus Kristus, Yosephus juga memberikan informasi tentang kehadiran Yohanes Pembaptis dalam zaman yang sama dengan Yesus, dan hukuman matinya oleh Herodes Antipas, dan mayoritas mutlak pakar modern memandang catatan Yosephus mengenai kehidupan Yohanes Pembaptis sebagai kesaksian otentik. Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis menempatkan-Nya pada era Yohanes, yang kronologinya ditetapkan dari Referensi Flavius Yosefus (Antiquitates Iudaicae 18.5.2) pada pernikahan Herodes Antipas dan Herodias serta kekalahan Herodes dari Aretas IV, raja Nabatea.

Kesaksian Cornelius Tacitus
Cornelius Tacitus, lahir kira-kira tahun 55 M dan dianggap salah seorang sejarawan terbesar dunia, menyebut istilah "orang-orang Kristen" dalam karyanya "Annals". Dalam catatan mengenai tuduhan Nero bahwa kebakaran besar di Roma pada tahun 64 M disebabkan oleh mereka. Tacitus menulis : "Nero melemparkan kesalahan dan melancarkan penganiayaan yang paling keji ke atas suatu golongan yang sangat dibenci karena keadaan mereka yang menjijikkan, yang dinamakan orang Kristen oleh penduduk. Kristus, yang darinya nama itu berasal, menderita hukuman mati selama pemerintahan Tiberius di tangan salah seorang prokurator kami, Pontius Pilatus.” 

Selain sebagai seorang sejarawan Roma, Cornelius Tacitus adalah Gubemur Asia dan menantu pria Julius Agricola yang menjadi Gubemur Britania pada tahun 80-84 M. Ketika menulis tentang pemerintahan Nero, Tacitus menyinggung tentang kematian Kristus dan keberadaan orang-orang Kristen di Roma :

'' Tetapi tidak ada pertolongan yang datang dari seorang manusia, tidak pula anugerah yang dikaruniakan putra mahkota, atau korban silih yang dipersembahkan kepada dewa-dewa, yang dapat menyelamatkan Nero dari keaiban oleh karena dituduh telah sengaja menimbulkan kebakaran besar di Roma. Jadi, untuk menghentikan desas-desus itu, dia mengalihkan tuduhan dengan memfitnah dan menghukum dengan siksaan paling keji terhadap orang-orang yang disebut Kristen, yang dibenci oleh karena kejahatannya. Kristus, yang menjadi pendiri kepercayaan itu, telah dihukum mati oleh Pontius Pilatus, wali negeri Yudea di bawah pemerintahan Tiberius: tapi kepercayaan tahayul yang merusak itu, setelah mereda untuk sementara, bangkit kembali, bukan hanya di Yudea, di mana kejahilan itu berasal, tapi juga di seluruh Kota Roma." (Annals XV. 44). 

Tacitus menyinggung lebih jauh tentang kekristenan dalam fragmen-fragmen tulisannya Histories, ketika mengupas tentang pembakaran Bait Allah Yerusalem pada tahun 70 M, yang diabadikan oleh Sulpicius Severns (Chron. ii. 30.6). Dia juga menegaskan bahwa Yesus telah menderita dibawah (pemerintahan Pontius) Pilatus. Cornelius Tacitus sebagai saksi mata yang melihat bagaimana penyebaran kekristenan mulai memberi dampak terhadap Roma. Walau banyak Sejarawan Romawi menulis secara negatif mengenai Yesus dan orang Kristen, mengidentifikasi mereka, di tahun 115, sebagai ”ras manusia yang tidak disukai karena perilaku jahatnya, dan secara umum disebut Kristiani”. Nama "KRISTEN" diambil dari "Kristus", yang pada pemerintahan Tiberius, menderita dibawah Pontius Pilatus, Penguasa Yudea.”. Perincian catatan ini cocok dengan informasi tentang Yesus dalam Alkitab KRISTEN. 

Kesaksian Plinius Muda, Gubernur Bitinia
Kira-kira pada tahun 111 M, Plinius menulis kepada Kaisar Trayanus, menanyakan cara untuk menangani orang Kristen. Penduduk yang secara keliru dituduh sebagai orang Kristen, tulis Plinius, akan mengulang permohonan kepada para dewa dan menyembah patung Trayanus, hanya untuk membuktikan bahwa mereka bukan orang Kristen. Plinius melanjutkan, ”Konon, tidak ada paksaan, mereka yang benar-benar Kristen, untuk melaksanakan satu tindakan sukarela ini.” Itu membuktikan realitas keberadaan Kristus, yang para pengikut-Nya telah siap mengorbankan nyawa mereka demi kepercayaan mereka kepada-Nya.

Itulah sebagian bukti sejarah yang menunjukkan bahwa Yesus Kristus pernah hidup di dunia termasuk para pengikut-Nya oleh para sejarawan yang hidup pada dua abad pertama Masehi. The Encyclopædia Britannica (edisi 2002) menyimpulkan bahwa : ”Catatan-catatan yang independen ini membuktikan bahwa di zaman dahulu, bahkan para penentang Kekristenan tidak pernah meragukan kebenaran sejarah Yesus, yang diperdebatkan untuk pertama kalinya dan dengan alasan-alasan yang tidak memadai pada akhir abad ke-18, selama abad ke-19, dan pada permulaan abad ke-20.

Kesaksian lainnya
Kesaksian Suetoniusseorang sejarawan Roma yang hidup pada tahun 120 Masehi, ia adalah pejabat istana di bawah Hadrianus, penulis sejarah Imperial House. Dia mengatakan bahwa : "Karena orang-orang Yahudi terus menimbulkan kerusuhan atas hasutan Chrestus (ejaan lain dari Kristus), mereka diusir dari Roma." Life of Claudius, 25.4 . Suetonius juga menulis : "Nero menjatuhkan hukuman ke atas orang¬orang Kristen, yaitu sekelompok orang yang menganut suatu tahayul  baru yang jahat." (Lives of the Caesars, 26.2 ).

Sekitar tahun 50 M, Rasul Paulus tiba di Korintus. Kisah Para Rasul 18:2 mencatat bahwa di sana ia berjumpa dengan "seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma." Rupanya, oleh kedewasaan rohani Akwila dan Priskila, yang tampak dalam Kisah Para Rasul 18:26, maka mereka pasti sudah menjadi orang Kristen, ketika mereka berada di Roma sebelum tahun 49. pada tahun itulah Klaudius mengusir semua orang Yahudi dari Roma. 


Suetonius adalah seorang sejarawan Romawi dan pencatat Tawarikh dari Istana Kaisar, menulis sekitar tahun 120, "karena orang-orang Yahudi terus-menerus mengadakan kerusuhan atas hasutan Chrestus, Kaisar memaksa mereka meninggalkan Roma.Siapakah "Chrestus" itu? Ada sedikit perdebatan mengenai pertanyaan ini karena Chrestus rupanya sebuah nama yang cukup umum, terutama di antara para budak. Namun, ada beberapa petunjuk yang menunjukkan bahwa Chrestus boleh jadi salah ejaan dari kata Yunani "Christus" : 

Pertama, Chrestus adalah sebuah nama Yunani. Tentu saja, banyak orang Yahudi mempunyai nama-nama Yunani, entah dari lahir atau diambil kemudian (mis., murid-murid Yesus dari Galilea, Andreas dan Filipus. dan ketujuh "diaken" yang diangkat dalam Kis. 6:5, hanya seorang di antara mereka yang disebut seorang penganut agama Yahudi), tetapi selain dari itu Chrestus tidak dikenal sebagai nama Yahudi."

Kedua, Chrestus kedengaran mirip sekali dengan Christus, yang dengan artinya" diurapi," tidak lazim di dunia bukan Yahudi, sehingga menggantinya dengan Chrestus, sebuah nama Yunani yang lebih lazim, dengan mudah dilakukan. Tertullianus menjelaskan bahwa para penentang kekristenan, dengan cara salah mengucapkan nama itu sebagai "Chrestianus," sebenarnya memberi kesaksian tentang" sifat manis dan kebaikannya"! 

Suetonius juga menguatkan laporan Tacitus mengenai kebakaran besar di Roma. Dalam karyanya yang berjudul Life of Nero, Suetonius melaporkan bahwa sesudah kebakaran itu, "Hukuman dijatuhkan kepada orang-orang Kristen, sekelompok orang yang menganut suatu takhayul baru yang jahat." Sekali lagi, sebuah sumber sekular bukan Kristen membuktikan bahwa hanya tiga puluh tahun setelah kematian Kristus, terdapat pria dan wanita di Roma yang dihukum mati karena keyakinan mereka bahwa Yesus telah hidup, mati, dan dibangkitkan dan antara orang mati. Suatu petunjuk lain timbul dalam bagian sisa Kisah Para Rasul 18, yang menceritakan bagaimana Akwila dan Priskila melibatkan diri dalam misi Paulus untuk "bersaksi kepada orang Yahudi bahwa Yesus adalah Kristus." Banyak orang Yahudi memberi reaksi yang sengit, dan jikalau pasal-pasal lain dari kitab Kisah Para Rasul merupakan pertanda yang khas tentang masa-masa itu, mungkin Akwila dan Priskila terlibat dalam persengketaan yang serupa di Roma pada tahun 49 : Orang Kristen Yahudi yang bersaksi kepada orang-orang Yahudi lainnya mungkin mengakibatkan permusuhan-permusuhan yang mengakibatkan pengusiran semua orang Yahudi dari Roma.

Sudah pasti, pencatat laporan polisi itu telah diberi tahu bahwa kekerasan itu terjadi atas hasutan "Kristus." Akan tetapi, karena ia tidak pernah mendengar tentang "Kristus," ia menulis "Chrestus," nama umum yang Suetonius kenal. Tujuh puluh tahun kemudian, ketika Suetonius mencari keterangan dari laporan ini, dengan teliti ia mencatat apa yang ditemukannya. Maka laporan ini dan laporan Suetonius mengenainya, hampir pasti telah membuktikan bahwa dalam waktu enam belas sampai dua puluh tahun setelah kematian Yesus, orang-orang Kristen Yahudi dan Yudea sedang menceritakan kepada orang-orang Yahudi lainnya di Roma mengenai kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya.


Kesaksian Lucianus dari Samosata, ia seorang satiris dari abad ke-2 masehi, yang berbicara dengan sinis tentang Kristus dan kekristenan. Dia mengaitkan Yesus dengan sinagoge-sinagoge di Palestina dan menyebut Kristus sebagai : ". . . orang yang disalibkan di Palestina karena memperkenalkan aliran kepercayaan baru ini kepada dunia . . . Selanjutnya, pemimpin mereka yang pertama-tama meyakinkan bahwa mereka semua adalah saling bersaudara setelah mereka menyeberang sekali dan untuk selama-lamanya dengan menyangkal dewa-dewa Yunani dan menyembah pecundang yang disalibkan itu sendiri serta menaati hukum-hukumnya" (The Passing Peregrinus). Lucianus juga beberapa kali menyinggung tentang orang-orang Kristen dalam bukunya Alexander the False Prophet, unit 25 dan 29.

Kesaksian Tertulianus, ia seorang ahli teologi dan hukum dari Karthage. Dalam pembelaannya terhadap kekristenan (197 M) di depan penguasa Roma di Afrika, dia menyinggung tentang perbedaan pendapat di antara Tiberius dan Pontius Pilatus. Pada masa ketika nama Kristen mulai muncul di dunia, Tiberius yang telah menerima kebenaran tentang keilahian Kristus, membawa perkara ini ke hadapan senat, disertai keputusannya sendiri untuk membela Kristus. Karena ia sendiri tidak menyetujuinya, senat menolak usulan Tiberius. Kaisar tetap berpegang pada pendapatnya, dan mengancam mereka yang mendakwa orang-orang Kristen (Apology, V.2). Beberapa sejarawan meragukan nilai sejarah dari perikop ini. Juga, Cr. Justinus Martyr, Apology, 1.35. 

Kesaksian Thallus, ia seorang sejarawan keturunan Samaria yang menyinggung tentang Kristus dalam tulisannya tahun 52 Masehi. Ia pun adalah seorang saksi mata yang mengetahui berbagai kejadian (tanda-tanda) alam yang terjadi pada saat Yesus Kristus di salibkan. Namun tulisan aslinya sudah musnah namun hal tersebut dapat diketahui pada beberapa kutipan oleh Julius Africanus, seorang pengarang Kristen yang hidup sekitar tahun 221 Masehi. Dalam sebuah paragraf yang sangat menarik dia menyinggung tentang komentar Thallus. Julius Africanus menulis : "Thallus, dalam buku sejarahnya yang ketiga, menggambarkan kegelapan ini seperti suatu gerhana matahari - sesuatu yang kurasa tidak masuk akal' (tentu saja tidak masuk akal, karena gerhana matahari tidak dapat terjadi pada saat bulan purnama, dan pada masa Paskah ketika bulan sedang purnama Kristus wafat)." 

Jadi, dari catatan Julius Africanus dapat diketahui bahwa berita Injil tentang kegelapan yang meliputi daerah itu pada saat Yesus disalibkan juga diketahui banyak orang dan menuntut penjelasan alamiah dari orang-orang tidak percaya kepada Yesus Kristus pun turut menyaksikannya. 



Kesaksian Phlegon, ia seorang sejarawan pada abad pertama masehi, yang memberikan keterangan tentang peristiwa kegelapan yang terjadi saat Yesus Kristus di salibkan. Hal itu tertulis dalam suatu kutipan dalam  karyanya :"Kitab Tawarikh". Dia menegaskan bahwa tentang kegelapan yang meliputi bumi pada saat penyaliban, yang juga disinggung oleh Julius Africanus. Setelah komentarnya (Africanus) tentang tidak masuk akalnya pendapat Thallus tentang kegelapan itu, dia mengutip Phlegon yang mengatakan bahwa "pada masa Kaisar Tiberius sebuah gerhana matahari terjadi pada masa bulan purnama." 7/IIB, bagian 256 fl6, hlm, 1165. 

Phlegon juga disebut-sebut oleh Origenes dalam Contra Celsum, Buku ke 2, bagian 14, 33, 59. Philopon (De. opif. mund. II 21) mengatakan : "Dan mengenai kegelapan ini ... Phlegon mengenangnya dalam Olympiads (judul buku sejarahnya)." Dia berkata bahwa "Phlegon berbicara tentang gerhana matahari yang terjadi pada waktu penyaliban Tuhan Kristus, dan bukan yang lain (gerhana), jelas sekali bahwa dia tidak mengetahui dari sumbernya sendiri tentang gerhana lain (yang serupa) pada masa-masa sebelumnya . . . dan hal ini ditunjukkan dalam catatan sejarah itu sendiri tentang Kaisar Tiberius."41IIB, bagian 257 fl6, c, hlm, 1165. 

Surat Mara Bar-Serapion 
F. F. Bruce mencatat bahwa : 
" . . . di British Museum ada sebuah naskah menarik yang memuat sebuah surat yang ditulis setelah tahun 73 M, tetapi kapan tepatnya tidak diketahui. Surat ini dikirim oleh seorang Siria bernama Mara Bar-Serapion kepada putranya Serapion, Pada saat itu Mara Bar-Serapion sedang berada dalam penjara, tetapi dia menulis untuk meneguhkan putranya agar terus mencari kebijaksanaan, dan menunjukkan bahwa mereka yang menganiaya orang bijaksana akan ditimpa kemalangan". Dia memberi contoh kematian Socrates, Phytagoras, dan Kristus, sebagai berikut :

''Keuntungan apa yang diperoleh orang-orang Athena dengan membunuh Socrates? Bencana kelaparan dan wabah penyakit menimpa mereka sebagai hukuman atas kejahatan mereka. Keuntungan apa yang diperoleh orang-orang di Samos dengan membakar Phytagoras? Dalam sekejap tanah mereka diliputi oleh pasir. Keuntungan apa yang diperoleh orang-orang Yahudi dengan membunuh Raja mereka yang bijaksana? Tidak lama setelah itu kerajaan mereka dihancurkan. Allah telah membalas kematian ketiga orang bijaksana ini dengan adil : orang-orang Athena mati kelaparan; orang-orang Samos ditelan samudra ; orang-orang Yahudi, kalah perang dan terusir dari tanah airnya, terpencar ke seluruh dunia. Tetapi Socrates tidak binasa ; dia hidup dalam ajaran Plato. Phytagoras tidak binasa ; dia hidup dalam patung Hera. Begitu pula sang Raja bijaksana tidak binasa; Dia hidup dalam ajaran yang diberikan-Nya.'


Kesaksian Justinus Martyr 
Sekitar tahun ISO 'M, Justinus Martyr, dalam "Defence of Christianity" yang ditujukan kepada Kaisar Antonius Pius, mengingatkan Kaisar pada Laporan Pilatus, yang menurut Justinus pasti tersimpan dalam arsip kerajaan. Tetapi kata-kata, "Mereka menikam tangan dan kakiku," katanya, "menjelaskan tentang paku-paku yang tertancap di tangan dan kaki-Nya ke kayu salib; dan setelah Dia disalibkan, mereka yang menyalibkan-Nya membuang undi atas pakaiannya, dan membagi-baginya di antara mereka; dan bahwa hal ini adalah benar, Anda dapat melihatnya dalam "Kisah" yang dicatat dalam pemerintahan Pontius Pilatus." Selanjutnya dia berkata : "Bahwa Dia telah melakukan mukjizat-mukjizat, Anda dapat memeriksanya dalam 'Kisah' Pontius Pilatus." (Apology, 1.48). 

Elgin Moyer, dalam Who Was Who in Church History, melukiskan Justinus sebagai " ... ahli filsafat, martir,' apologis (orang yang membuat pembelaan bagi suatu keyakinan dan lain-lain), yang dilahirkan di Flavia Neapolis. Justinus Martyr memiliki pendidikan tinggi, dan tampaknya mempunyai cukup sarana untuk mendukung penelitian dan perjalanannya. Sebagai seorang yang haus pada kebenaran, dia telah menimba banyak pengetahuan tentang Stoicisme, Aristotelisme, Phytagoreanisme, dan Platonisme, tetapi membenci Epicureanisme. 

Pada masa-masa itu dia mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan orang-orang Yahudi, tapi tidak tertarik hukum agama mereka. Rupanya dia paling condong pada Platonisme dan mengira bahwa dia sudah hampir mencapai tujuan filosofinya melihat Allah ketika suatu hari selagi berjalan-jalan seorang diri di tepi pantai, ahli filsafat muda itu bertemu dengan seorang Kristen tua yang tampak agung, berwajah menyenangkan dan lembut berwibawa. Orang Kristen yang rendah hati ini menggoyahkan kepercayaannya pada kebijaksanaan manusia, dan menunjukkan nabi-nabi Yahudi 'orang-orang yang hidup jauh sebelum semua ahli filsafat yang mulia, yang telah meramalkan kedatangan Kristus dalam semua tulisan dan ajarannya . . . ' Mengikuti nasihat orang tua ini, penganut Platonisme yang bersemangat ini menjadi seorang Kristen yang percaya. Katanya, 'Aku mendapatkan bahwa inilah satu-satunya filosofi yang aman dan menguntungkan.' Setelah pertobatannya, yang terjadi pada usia mudanya, dia membaktikan seluruh hidupnya pada pembelaan dan penyebaran agama Kristen." 


Kesaksian Hadrianus
Dalam pemerintahan Hadrianus (tahun 117-138), Serenius Granianus, Gubernur Asia, menyurat kepada kaisar memohon "advice"nya dalam menangani dakwaan-dakwaan terhadap orang Kristen. Dalam semangat hubungan baru mereka dengan Yesus yang sudah bangkit, orang-orang Kristen sedang membawa orang lain kepada Kristus, sehingga mereka tidak lagi melaksanakan kebiasaan-kebiasaan penyembahan berhala. Hal itu memukul pedagang-pedagang tertentu, seperti tukang perak, di tempat yang paling menyakitkan - yaitu di pundi-pundi. Sebagai akibatnya, orang-orang Kristen sering harus menghadap pengadilan hanya karena mereka mengikuti Allah yang tidak disetujui oleh negara. Hadrianus menyurat kembali kepada pengganti Granianus, yaitu Minucius Fundanus. Suratnya yang dipelihara oleh Eusebius, menjadi bukti tak langsung yang meneguhkan hal-hal sama yang dicatat oleh Plinius :

Oleh karena itu, saya tidak menghendaki perkara ini dilewati tanpa diselidiki, supaya orang-orang ini tidak diganggu, dan juga tidak diberi kesempatan kepada para informan untuk mengadakan pengaduan yang penuh dengki. Karena itu, apabila pemerintahan propinsi dengan jelas dapat menunjukkan dakwaan mereka terhadap orang Kristen, supaya dapat dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan, biarlah mereka mengikuti proses ini saja, tetapi tidak dengan sekadar mengajukan petisi dan membuat gaduh terhadap orang-orang Kristen. Karena adalah jauh lebih pantas, apabila orang melemparkan tuduhan agar Anda yang harus memeriksanya."

Catatan-catatan sejarah tersebut membuktikan bahwa di awal abad Masehi, para musuh KRISTEN tidak ragu bahwa Yesus sebagai tokoh sejarah yang pernah ada dan hidup di dunia dan nyata, sehingga "mematahkan" banyak argumentasi segelintir orang yang sangsi terhadap kehadiran Yesus Kristus di dunia. Beberapa hal penting yang tertera dalam berbagai kesaksian diatas, adalah :

  • Yesus dari Nazareth ;
  • Yesus hidup secara bijak, saleh dan suci ;
  • Yesus disalibkan di Palestina dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, pada saat Tiberius jadi kaisar ketika Paskah, dan disebut sebagai Raja Orang Yahudi ;
  • Yesus dipercaya oleh para muridNya telah mati dan bangkit dari kubur tiga hari kemudian ;
  • Para musuh Yesus mengakui Dia melakukan tindakan tidak-biasa (mukjizat) , yang mereka sebut sebagai sihir ;
  • Kelompok kecil murid Yesus berlipat ganda dengan cepat, meluas sampai mencapai Roma, dan para murid Yesus tersebut menolak politeisme, hidup bermoral (suci), dan memuja Yesus sebagai TUHAN ALLAH.
Berlanjut ke BAGIAN II : YESUS KRISTUS Memenuhi Kriteria sebagai "Nabi" dan "Guru", dan Layak disebut " TUHAN ALLAH".-



Sumber Utama :
Alkitab KRISTEN, Terjemahan Baru (TB) Terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Tahun 1974.

Sumber Pendukung :
1. The Gemaras are early rabbinical commentaries of the Jewish Talmud, a body of theological writings, dated a.d. 200–500.6 Quoted in Durant, 554 ;
2. Craig Evans, 2006 "Josephus on John the Baptist" in The Historical Jesus in Context edited by Amy-Jill Levine et al. Princeton Univ Press ISBN 978-0-691-00992-6 ;
3. The new complete works of Josephus by Flavius Josephus, William Whiston, Paul L. Maier ISBN 0-8254-2924-2 ;
4. Josh Mc Dowell, APOLOGETIKA : Bukti yang Meneguhkan Kebenaran Alkitab, Vol. 1 ;
5. https://id.wikipedia.org/wiki/Yesus_sebagai_tokoh_dalam_sejarah ;
6. https://id.wikipedia.org/wiki/Flavius_Yosefus ;
7. http://www.sarapanpagi.org/yesus-kristus-seorang-tokoh-sejarah-vt1192.html.

Putra Dari Ufuk Timur.-

The Bird of Paradisaea