Minggu, 16 April 2017

Bagian III. Pengertian Perkataan YESUS KRISTUS diatas Kayu Salib : "Ibu, inilah Anak-mu ! --- inilah ibumu"

" Saat Matahari Terbit Dari Ufuk Timur,
Memancarkan Cahaya Kehidupan dan Perubahan Bagi Alam Semesta "



  Pengertian Perkataan  
  YESUS KRISTUS diatas Kayu Salib 

  " Ibu, inilah anakmu ! 
 -- inilah ibumu "  

Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."

Dari dalam kandungan siapakah keluar air beku, dan embun beku di langit, 
siapakah yang melahirkannya ?

" Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita " 
(Galatia 4 : 26)


Oleh :  
Putra Dari Ufuk Timur

Seluruh perkataan Yesus Kristus adalah hikmat, penuh kuasa dan memberikan pengertian yang sangat mendalam untuk menggenapi apapun yang telah dirancang-Nya sejak penciptaan langit dan bumi, seperti yang tertulis dalam kitab Matius 5 : 18 : "Karena Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi".


Pada saat Yesus Kristus berada diatas kayu Salib, Ia melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya : "Ibu, inilah, anakmu !" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya : "Inilah ibumu" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia didalam rumahnya (Yohanes 19 : 25-27).


Perkataan Yesus Kristus tersebut merupakan perkataan ketiga pada saat terakhir menjelang kematian-Nya diatas kayu Salib, setelah Ia memberikan janji-Nya kepada seorang Penjahat yang juga disalibkan disebelah kanan-Nya, yaitu : "Sesungguhnya, pada hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus".

Dalam perkataan ketiga tersebut, terdapat dua kalimat yang berpadanan dengan makna yang sangat spesifik dan luar biasa terkait dengan iman KRISTEN. Kalimat-kalimat tersebut menunjukkan bahwa Yesus Kristus telah menggenapi seluruh isi firman-Nya di kitab-kitab Perjanjian Lama, dan memberitahukan hadirnya Perjanjian Baru bagi umat manusia, seperti perkataan-Nya yang tertulis pada kitab Matius 5 : 17  : "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya ".

Marilah kita mencermati dengan seksama kedua kalimat yang sangat luar biasa pada perkataan ketiga Yesus Kristus tersebut, yaitu :
  1. "Ibu, inilah, anakmu !"
  2. "Inilah, ibumu !
"Ibu, inilah, anakmu !"
Perkataan Yesus Kristus : "Ibu, inilah, anakmu !" secara kontekstual tertulis dalam kitab Yohanes 19 : 26 ditujukan kepada ibu-Nya Maria untuk menunjukkan rasa hormat diri-Nya kepada sang ibu yang telah melahirkan-Nya kedalam dunia, dan saat itu, Anak-nya sedang tergantung diatas di kayu Salib dan telah menjadi perbantahan diantara umat manusia.

Perkataan tersebut mengingatkan ibu-Nya Maria tentang penggenapan peristiwa 33 tahun silam di Yerusalem, ketika Dia genap berumur 8 hari. Ketika itu, bapa-Nya Yusuf dan ibu-Nya Maria membawa-Nya untuk disunatkan menurut hukum Taurat Musa, dan mereka melaksanakan perintah yang tertulis dalam hukum Tuhan : "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah"-- sebab Yesus Kristus adalah seorang anak laki-laki yang sulung.

Pada saat di Yerusalem, mereka bertemu dengan seorang yang bernama Simeon di Bait Allah. Simeon adalah seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Simeon datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya : 

"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel"

Bapa serta ibu-Nya amat heran saat itu akan segala apa yang dikatakan tentang bayi Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu : 

" Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan -- dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang".

Perkataan Yesus Kristus di atas kayu Salib : "Ibu, inilah, anakmu !" mengingatkan ibu-Nya bahwa Anak-nya yang tergantung diatas kayu Salib ini telah ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan diantara umat manusia.

Tanda yang dimaksudkan adalah Salib yang menghentar kematian Anak-nya untuk membuat suatu Perjanjian Baru antara TUHAN dan umat manusia, seperti apa yang dinubuatkan oleh nabi Yeremia : 

Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehudabukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN : Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku " (Yeremia 31 : 31-33).

Penjelasan tersebut adalah pengertian secara kontekstual dari kalimat : "Ibu, inilah anakmu", dimana Yesus Kristus menunjukkan bahwa diri-Nya adalah benar, anak dari Maria ibu-Nya. 

Hingga saat ini, banyak orang bodoh telah menyangsikan dengan mengatakan bahwa bukan lah Yesus Kristus yang disalibkan diatas kayu Salib, tetapi orang lain yang diserupakan dengan-Nya, menurut mereka adalah Yudas Iskariot. Pendapat tersebut adalah konyol dan tidak berdasar, yang dibuat atas hasutan dan berasal dari roh jahat yang menguasai pikiran orang-orang bodoh itu, sebab bagaimana mungkin Maria tidak mengenal anaknya?, sedangkan ia yang melahirkan Yesus Kristus. 

Maria sangat mengenal setiap tanda yang terdapat pada diri anaknya Yesus Kristus sejak Dia lahir kedalam dunia hingga menjadi remaja maupun dewasa, jadi bagaimana mungkin seorang ibu tidak bisa mengenal Anak yang dilahirkannya, apalagi saat itu Maria sedang berada dibawah salib-Nya. Jika yang tergantung di atas kayu Salib adalah Yudas Iskariot, tidaklah mungkin ia dalam keadaan tersiksa masih bisa mengucapkan kalimat kepada Maria : "Ibu, inilah, anakmu !".  Apakah Maria adalah ibu dari Yudas Iskariot..???. Jawabnya adalah tidak, sebab baik Yesus maupun Maria mereka saling mengenal sebagai anak dan ibu.

Jadi, semua tafsiran dan pendapat yang mengatakan bahwa bukan Yesus Kristus yang tergantung di kayu Salib saat itu, tetapi Yudas Iskariot yang diserupakan dengan Dia adalah tafsiran "omong kosong" dan pendapat yang paling bodoh di dunia ini. Dengan demikian, perkataan Yesus Kristus : "Ibu, inilah, anakmu !" merupakan bukti dan fakta yang sah, yang menegaskan bahwa diri-Nya lah yang tersalib diatas kayu Salib di hadapan ibu-Nya Maria.

Makna rohaniah yang merupakan makna utama dan menjadi dasar theologis bagi umat manusia pada kalimat : "Ibu, inilah, anakmu", adalah :
  1. Yesus Kristus menyatakan bahwa diri-Nya adalah keturunan Hawa yang menggenapi semua firman-Nya di taman Eden, yaitu : " Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya " (Kejadian 3 : 15). Yesus Kristus menunjukkan kepada Maria ibu-Nya yang adalah keturunan Hawa, bahwa Ia sedang dan telah menjalani, menebus dan menghapus kutuk akibat dosa yang telah diperbuat oleh Hawa dan Adam dengan darah-Nya, sehingga seluruh dosa dan pelanggaran yang dibuat oleh Hawa dan Adam beserta keturunan mereka akan dihapuskan dalam waktu 1 (satu) hari, dan terbebas dari kutuk di taman Eden tersebut. Tidak ada kutukan dan tidak ada dosa keturunan lagi seperti yang tertulis didalam kitab Yehezkiel 18 : 2 : " Ada apa dengan kamu, sehingga kamu mengucapkan kata sindiran ini di tanah Israel : Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu ? " dan tertulis juga dalam kitab Yeremia 31 : 29-30 : "Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi : Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilumelainkan : Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.". Ini berarti Yesus Kristus sedang berkata kepada Hawa bahwa : "Ibu, inilah, anakmu", Aku adalah keturunanmu yang telah menyelesaikan dan menanggung semua kutuk, dan Aku akan meremukkan kepala ular yang telah memperdaya ibu, walaupun ia telah meremukkan tumit-Ku dengan menghasut Yudas Iskariot untuk menghianati Aku. Semua kutuk akibat dosa telah Kubayar dengan lunas diatas kayu Salib ini. 
  2. Dengan perkataan Yesus Kristus di kayu Salib : "Ibu, inilah, anakmu" memberikan petunjuk bahwa Dia memberitahukan juga kepada Sara-istri Abraham leluhur-Nya, bahwa Dia-lah penggenapan perjanjian antara TUHAN dan Abraham seperti yang tertulis dalam kitab kejadian pasal 17 : "Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham : "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."; " Tetapi Allah berfirman : " Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya"
  3. Yesus Kristus adalah keturunan Abraham yang berasal dari Sara-istri sahnya, dan Yesus Kristus yang telah mengadakan Perjanjian Baru sebagai Perjanjian yang kekal untuk keturunan-Nya, yaitu KRISTEN.  Perjanjian Baru tersebut telah dijelaskan sebelumnya oleh Yesus Kristus tertulis dalam kitab Lukas 22 : 20 : Ia berkata : "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu". Dan kemudian dalam kitab Ibrani tertulis : "Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya"; "dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel". "Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama". 
  4. Dosa mula-mula dibuat oleh Hawa dan kemudian Adam, telah mendatangkan kutuk dan dosa turunan, namun TUHAN kemudian memilih Abram dan berusaha membuat suatu perjanjian dengan Abraham tentang kelahiran seorang Anak Laki-Laki Perjanjian dimana TUHAN akan mengadakan perjanjian dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya yang tidak pernah akan berubah untuk selama-lamanya. Itulah perjanjian ketiga dan yang terakhir, setelah perjanjian yang pertama dibuat dengan Abraham tentang keturunannya, perjanjian kedua kepada bangsa Israel di gunung Sinai melalui nabi Musa, dan perjanjian ketiga diatas kayu Salib oleh Yesus Kristus. Perjanjian kekal tersebut adalah Perjanjian Baru yang dimeteraikan dengan darah Yesus Kristus diatas kayu Salib, dihadapan ibu-Nya Maria. Perjanjian baru telah dibuat bahwa darah-Nya yang telah ditumpahkan sejak malam hari seperti seekor domba yang dibawa ke tempat pembantaian, hingga pada akhirnya darah dan air yang tertumpah dari lambung kanan-Nya saat ditikam setelah kematianNya, dan itu menjadi meterai Perjanjian Baru untuk selama-lamanya.

" Inilah, ibumu !"
Kalimat yang diucapkan Yesus Kristus diatas kayu Salib setelah perkataan : "Ibu, inilah, anakmu !", adalah : "Inilah, ibumu".  Secara kontekstual tertulis dalam kitab Yohanes 19 : 27, kalimat ini ditujukkan kepada murid-murid-Nya. 

Kalimat tersebut mengandung makna yang sangat luas, secara lahiriah Yohanes-murid yang dikasihi Yesus Kristus memahami perkataan Yesus tersebut secara lahiriah yaitu untuk mengurus Maria-ibuNya, karena Yesus Kristus telah menunjukkan diri-Nya sebagai anak yang bertanggungjawab kepada orang tua, dimana Ia akan pergi dan meninggalkan ibu-Nya di dunia. Tanggungjawab inilah dipahami oleh murid-Nya Yohanes untuk menjaga Maria--ibu Yesus dimasa tuanya, karena Yohanes merasa dirinya sebagai murid yang dikasihi oleh Yesus Kristus. 

Pemahaman Yohanes adalah secara lahiriah, namun sebenarnya kalimat "Inilah, ibumumemberikan suatu makna yang sangat prinsip dan mendasar secara theologis bagi iman KRISTEN. 

Perhatikan baik-baik dengan cermat secara berurutan kata per kata yang tertulis dalam kitab Yohanes 19 : 27  :

" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya : "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya "

Perkataan Yesus Kristus tersebut ditujukan bukan hanya kepada Yohanes tetapi kepada murid-muridNya...!, berarti kalimat ini pasti memiliki makna yang spesifik dan prinsip untuk dipahami. 

Siapakah ibu yang dimaksudkan oleh Yesus Kristus dengan berkata :"Inilah, ibumu" ?. Jawabannya : Ibu yang dimaksudkan oleh Yesus Kristus adalah diri-Nya sendiri, yaitu Yerusalem Sorgawi sebagai ibu bagi semua orang yang hidup kekal--sebab dengan kematian-Nya di kayu Salib, Yesus Kristus menebus segala dosa, baik yang diperbuat oleh Hawa dan Adam serta seluruh keturunannya dan memberikan hidup yang kekal bagi semua manusia melalui Perjanjian Baru yang kekal untuk selama-lamanya. 

Yesus Kristus adalah Yerusalem Sorgawi seperti yang disaksikan oleh rasul Paulus dalam kitab Galatia 4 : 26, yaitu : " Tetapi Yerusalem Sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita ". Yesus Kristus telah membangun Bait Allah yang baru, yaitu diri-Nya sendiri, yang bukan buatan tangan manusia yang fana seperti bait Allah yang telah dibangun oleh raja Salomo. Bait Allah yang dibangun oleh Yesus Kristus dalam diri-Nya akan melahirkan bangsa-bangsa pilihan--kerajaan Imam seperti yang difirmankan kepada Abraham dalam kitab kejadian pasal 17 : "Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham : "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsaraja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.

Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita orang Kristen, itulah sebabnya Yesus Kristus berkata kepada murid-murid-Nya : "Inilah, ibumu"(Yohanes 19 : 27). 

Alkitab Kristen memberikan fakta bahwa saat Yesus disalibkan diatas kayu Salib, banyak perempuan-perempuan termasuk ibu-Nya Maria dan murid-murid-Nya sebagai saksi ketika Yesus Kristus memproklamirkan diri-Nya sebagai seorang Ibu yaitu "YERUSALEM SORGAWI" melalui Perjanjian Baru, yakni : suatu perjanjian yang dibuat-Nya dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN : Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku " (Yeremia 31 : 31-33).

Tentang Yerusalem Sorgawi inilah yang kemudian dalam kitab Yohanes 19 : 27 tertulis : "Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya ". Apakah yang diterima oleh murid-Nya itu dan menerima dia dalam rumahnya? itu adalah Taurat TUHAN, Firman Hidup yang ditaruh didalam batin dan hatinya, yaitu : Yerusalem Sorgawi, yang telah menjadi ibu bagi semua yang memiliki hidup yang kekal.

Yerusalem Sorgawi seperti yang digambarkan dalam kitab Wahyu 12 : 1-2 : "Maka tampaklah suatu tanda besar di langit : Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan".

Kisah ini mengingatkan pada saat Maria melahirkan sang "Anak Perjanjian" kedalam dunia dengan penuh kesakitan sebagai "perawan suci", Yesus Kristus pun lebih daripada itu yakni dengan penderitaan yang sangat dan mencurahkan darah-Nya untuk melahirkan Yerusalem Sorgawi yang memberikan hidup kekal bagi Maria-ibuNya dan seluruh umat manusia yang menerima Dia didalam batin dan hati sebagai TUHAN ALLAH, Juruselamat mereka.

Inilah pengertian perkataan Yesus Kristus diatas kayu Salib yang saling berpadanan, dan memberikan makna luar biasa dan sangat prinsip didalam hidup seorang KRISTEN yang telah dilahirkan dalam Roh menjadi jemaat-Nya, yaitu "Gereja TUHAN".

"Ibu, inilah, anakmu!"--"Inilah, ibumu !


Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi 
Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
(Maleakhi 2 : 15)

Terpujilah YESUS KRISTUS, TUHAN ALLAH kita...., segala sesuatu adalah berasal dari Dia, oleh Dia, kepada Dia dan bagi Dia segala kemuliaan untuk selama-lamanya. Amin. 

Sumber Utama Kajian :
Alkitab KRISTEN, Terjemahan Baru (TB) Terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Tahun 1974.


Putra Dari Ufuk Timur.-

Jumat, 14 April 2017

Bagian II. YESUS KRISTUS telah menggenapi janji-Nya diatas Kayu Salib : " Aku berkata kepadamu : sesungguhnya, hari ini juga engkau akan bersama Aku di dalam Firdaus "

" Saat Matahari Terbit Dari Ufuk Timur,
Memancarkan Cahaya Kehidupan dan Perubahan Bagi Alam Semesta "



  YESUS KRISTUS Telah Menggenapi  Janji-Nya diatas Kayu Salib 

  " Aku berkata kepadamu :
 Sesungguhnya, hari ini juga 
 engkau bersama-sama dengan Aku 
 di Firdaus "  

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat : Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada 
di Taman Firdaus Allah "

Oleh :  
Putra Dari Ufuk Timur

Orang pertama di dunia ini yang sangat beruntung adalah orang yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus Kristus di bukit Tengkorak (atau Golgota). Hanya satu orang yang pertama-tama menerima keberuntungan tersebut, yaitu : Penjahat yang tersalib disebelah kanan Yesus Kristus, dia-lah orang yang dalam waktu seketika diselamatkan walaupun ia dihukum oleh pemerintah Romawi sebagai seorang Penyamun. Berbeda halnya dengan seorang penjahat yang disalibkan disebelah kiri Yesus Kristus, ia tidak memperoleh keberuntungan sama sekali, justru ia akan menerima hukuman mati akibat kejahatan dan kebodohannya. Itulah 2 (dua) perbedaan nasib yang mencolok bagi kedua penjahat yang disalibkan bersama-sama dengan Sang Pencipta Alam Semesta dan segala isinya. Kisah dan peristiwa tersebut tertera secara jelas dalam kitab Lukas 23 : 33 - 43.

Yesus Kristus disalibkan di tempat yang bernama Tengkorak diperkirakan pada tahun 33 Masehi (menurut banyak ahli yang melakukan penelitian terkait hal tersebut), atau pada tahun 34 Masehi menurut Sir Isaac Newton yang melakukan penelitian dengan melakukan perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi, kalender Julian dan besarnya bulan sabit. Pada saat itu, Yesus Kristus disalibkan bersama 2 (dua) orang penjahat, yang seorang disalibkan disebelah kanan salib-Nya dan yang lain disebelah kiri. Alkitab Kristen tidak mencatat identitas (nama) penjahat-penjahat itu, dan secara rinci dakwaan terhadap kejahatan apa yang telah diperbuat sehingga mereka pun dihukum mati melalui penyaliban, selain penjahat-penjahat itu disebut "Penyamun" (Matius 27 :38). 


Istilah "Penyamun" dalam bahasa Yunani disebut "Lestes" (tulisannya : lhsthv) yang berarti : penyamun, perampok, pengacau dan pemberontak. Dan kejahatan sebagai "Penyamun", adalah kejahatan yang sangat berbahaya bagi rakyat (merampok/merampas, melakukan kekerasan, pembunuhan, dan lainnya) maupun bagi pemerintah adalah mereka melakukan pemberontakan menentang kebijakan dan hukum Romawi, dan dalam hal politik mereka sebagai pemimpin sekelompok orang untuk melakukan "revolusi" dan pembangkangan terhadap penjajahan kerajaan Romawi saat itu, untuk mencapai tujuannya mereka bisa melakukan apa saja, menghalalkan segala cara untuk menentang pemerintah Romawi, termasuk kepada masyarakat yang tidak mendukung "perjuangan" mereka. 


Secara pasti, kejahatan yang telah diperbuat oleh kedua penjahat tersebut dikategorikan sebagai kejahatan dengan tingkat tinggi atau kejahatan yang sangat berat menurut pemerintah Romawi, dan dianggap membahayakan masyarakat sehingga pengadilan Romawi memutuskan hukuman bagi mereka adalah hukuman mati secara perlahan-lahan dengan cara disalibkan dimuka umum. Tujuan hukuman salib bagi mereka adalah contoh buruk dan pembelajaran kepada semua orang yang berada diwilayah pemerintahan Romawi untuk tidak melakukan kejahatan yang telah dilakukan oleh orang yang dihukum salib tersebut, sekaligus sebagai "shock therapy" kepada bangsa-bangsa dibawah jajahan Romawi.

Berdasarkan fakta pemeriksaan dan alat bukti persidangan pemerintah Romawi saat itu menyatakan bahwa kedua penjahat itu dijatuhi hukuman mati dengan penyaliban sesuai kejahatan yang terbukti dalam persidangan sebagai penyamun, perampok, pengacau dan pemberontak yang identik dengan "perbuatan makar, permufakatan jahat dan kekerasan" yang mengancam kedaulatan kerajaan Romawi dan masyarakat. 


Sesuai fakta persidangan, kasus hukuman salib kepada Yesus Kristus sangat jauh berbeda dengan kasus yang telah dibuat oleh kedua penyamun tersebut. Semua dakwaan dan tuduhan yang ditujukan kepada Yesus Kristus, tidak-lah benar, dan pemeriksaan secara detail telah dilakukan oleh Pilatus sebagai wali negeri, namun ia tidak menemukan sedikitpun kesalahan ataupun kejahatan yang dibuat oleh Yesus Kristus, yang setara dengan tuntutan hukuman mati di kayu Salib. Tetapi akhirnya, Yesus Kristus tetap dihukum mati melalui penyaliban sebagai putusan pengadilan Romawi atas tuntutan "demonstrasi dan pemaksaan kehendak" yang dilakukan oleh Imam-imam kepala, Tua-tua Yahudi dan kroni-kroninya, tanpa terbukti melakukan satupun pelanggaran terhadap hukum pemerintah Romawi. Penyaliban Yesus Kristus saat itu jika dinilai secara manusiawi merupakan suatu pembunuhan berencana dengan konstalasi tingkat tinggi, penuh rekayasa, penghasutan dan pemaksaan kehendak, yang tidak ada dasar hukuman menurut hukum Romawi. 


Dalam kondisi tersebut, Yesus Kristus tetap setia menjalani semua proses hingga penyaliban sesuai dengan rancangan dan kehendak-Nya yang telah dibuat. Itulah sekilas mengenai proses dan latar belakang mengapa Yesus Kristus menjalani hukuman mati di kayu Salib sesuai hukuman bangsa Romawi.

Seluruh dakwaan, hasutan dan tuduhan palsu (fitnah) kepada Yesus Kristus oleh Imam-imam kepala, Tua-tua Yahudi dan kroni-kroninya, bertolak dari SATU DASAR yang paling utama, yaitu :


 --  mereka menentang, menolak dan tidak mengakui Yesus sebagai KRISTUS --

Kristus (Christov) dalam bahasa Yunani artinya : "RAJA", 
sama dengan dalam bahasa Ibrani disebut "Mesias" 
Mesias : Yang diurapi sebagai Raja & Juruselamat "
dan Yesus sendiri telah mengakui bahwa Dia adalah Anak Manusia = Mesias = Kristus 

" Mesias adalah Anak Allah Yang Maha Kuasa, Anak Allah Yang Maha TinggiAnak dari Yang Terpuji, Yang diurapi sebagai RAJA ISRAEL "

Berlanjut pada penjelasan sebelumnya tentang keberuntungan apakah yang diperoleh Penjahat yang disalibkan disebelah kanan Yesus Kristus?, Bagaimanakah ia bisa memperolehnya, dan kapankah ia memperoleh keberuntungan tersebut ?, berikut ini adalah penjelasannya.

Keberuntungan yang diperoleh penjahat yang disalibkan disebelah kanan Yesus Kristus, adalah :

" Pada hari itu juga ia bersama-sama dengan Sang Pencipta di dalam Firdaus "

Yesus Kristus tidak memperdulikan segala kejahatan yang telah diperbuat oleh Penjahat itu sebelumnya, biarpun ia seorang Penyamun, tetapi Yesus secara sah memberikan janji bahwa Penjahat itu akan bersama-sama dengan Dia didalam Firdaus.

Firdaus adalah taman Eden yang dahulu ditempati oleh Adam dan istrinya--Hawa sebelum mereka berdosa. Setelah Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa, maka mereka pun diusir oleh TUHAN dari taman Firdaus tersebut. Taman Firdaus inilah yang dijanjikan Yesus Kristus kepada Penjahat yang disalibkan disebelah kanan-Nya.

Firdaus adalah Sorga Tingkat Tengah (menengah) yang dibuat oleh Yesus Kristus dahulu pada saat penciptaan, Dia yang menempatkan Adam dan istrinya yang telah diciptakan-Nya itu. Yesus Kristus adalah "Manusia Pertama" yang dikenal dengan sebutan "TUHAN Allah" untuk pertama kalinya dalam kitab Kejadian pasal 2 ayat 4. Dia-lah yang telah berbicara kepada Adam dan Hawa seperti seorang sahabat, muka dengan muka. Dia-lah Pencipta Langit dan Bumi serta segala isinya, dan Dia juga adalah pemilik taman Eden tersebut.



Firdaus berada diposisi sangat dekat dengan Sorga Tingkat Ketiga, yakni tempat Yesus Kristus bertakhta. Itu sebabnya, Yesus Kristus memberikan janji kepada Penjahat yang disalibkan di sebelah kanan-Nya itu untuk bersama-sama dengan Dia di dalam Firdaus, seperti dahulu Dia bersama-sama dengan Adam--manusia ciptaanNya. 

Tidak ada satu "manusia" di dunia ini yang bisa menjanjikan hal istimewa seperti itu, hanya Yesus Kristus yang bisa menjanjikannya, sebab Dia adalah pemilik Firdaus.

Mengapa Penjahat itu disebut mendapatkan "Keberuntungan" ?, sebab ia akan segera berada di taman Firdaus, tempat yang dahulu ditempati oleh Adam dan Hawa sebelum mereka berdosa, walaupun Penjahat itu telah dihukum sebagai seorang penyamun di kayu Salib. Dalam seketika, ia menjadi sahabat terdekat Yesus Kristus diatas kayu Salib yang akan bersama-sama berada di dalam Firdaus.

Bagaimana Penjahat yang disalibkan disebelah kanan Yesus Kristus, bisa mendapat keberuntungan...???
Penjahat itu dalam keadaan "sadar" menegur penjahat lainnya (disalib disebelah kiri Yesus) yang telah menghujat Yesus. Penjahat itu pun mengakui bahwa dirinya adalah orang yang layak untuk disalibkan sebagai hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yang jahat, ia menyatakan bahwa Yesus Kristus tidak membuat kesalahan apapun dan yang paling penting dari semua perkataan Penjahat itu, adalah : ia meyakini dalam hatinya, memohon belas kasihan Yesus, dan dengan mulutnya ia mengaku bahwa Yesus adalah Raja. Penjahat tersebut mengakui bahwa Yesus adalah Kristus, atau Yesus adalah Mesias, Yang diurapi sebagai Raja, dan itu berarti ia mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus adalah TUHAN.

Pernyataan dan pengakuan Penjahat itu, kemudian di "amin"kan oleh Yesus dengan berkata : "Pada hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus"

Perkataan Yesus tersebut adalah pengakuan bahwa diri-Nya adalah TUHAN Allah, Sang Pencipta Langit dan Bumi, Pemilik Taman Firdaus, sebab TUHAN adalah Raja Semesta Alam. Inilah keberuntungan yang dijanjikan oleh Yesus Kristus kepada Penjahat yang disalibkan disebelah kanan-Nya. 

Dari kisah penjahat yang tersalib disebelah kanan Yesus Kristus memberikan konsep  pertobatan yang benar kepada kita, yaitu : mengakui kesalahan, membenarkan Yesus dan mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah TUHAN.  Tidak ada konsep pertobatan lain yang bisa membuat orang masuk ke Firdaus, selain seperti peristiwa diatas kayu Salib itu. Inilah inti dari iman KRISTEN dan bagaimana menjadi seorang KRISTEN

Kapan janji Firdaus diperoleh Penjahat yang tersalib di sebelah kanan Yesus Kristus...???

Yesus Kristus berkata : "Pada hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku didalam Firdaus". Ini berarti pada hari itu juga, Penjahat itu akan berada di Firdaus.

Hal ini terbukti secara jelas, ketika Yesus Kristus menyerahkan nyawa-Nya pada jam 3 sore, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkitDan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. 

Inilah keberuntungan yang dimiliki oleh orang yang bertobat dan mengaku bahwa Yesus adalah TUHAN.


Ada banyak kesaksian dalam Alkitab Kristen yang menyatakan bahwa kebangkitan Yesus menjadi jaminan bahwa setiap orang KRISTEN akan dibangkitkan juga. Itu sebabnya, rasul Paulus menyatakan kesaksiannya dalam kitab 2 Korintus 12 :  1-10, yang tertulis demikian :

" Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.

Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. 

Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya-- ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.

Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku : "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat ".

Penjahat yang disalibkan disebelah kanan Yesus Kristus telah menerima janji seperti yang diucapkan oleh Yesus Kristus untuk bersama-sama dengan Dia pada hari itu juga, disaat kematian Yesus Kristus. Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku (Mazmur 119 : 50).



"Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal" (1 Yohanes 2 : 25).

"Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah"

Terpujilah YESUS KRISTUS, TUHAN ALLAH kita...!!!

Sumber Utama Kajian :

Alkitab KRISTEN, Terjemahan Baru (TB) Terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Tahun 1974.


Putra Dari Ufuk Timur.-